Iran vs AS
Hubungan Memanas! Iran Kecam Keras Sikap UEA yang Disebut Memihak AS dan Israel dalam Perang
Iran murka! UEA dituding memihak AS dan Israel, hubungan Timur Tengah makin memanas.
Editor: Eri Ariyanto
Ringkasan Berita:
- Iran mengecam keras UEA dan menuding Abu Dhabi berpihak kepada AS serta Israel dalam perang di Timur Tengah.
- Menlu Iran Abbas Araghchi menyampaikan tuduhan itu dalam forum BRICS setelah delegasi UEA menyinggung serangan Iran ke pangkalan AS.
- Ketegangan ini dikhawatirkan memperburuk stabilitas kawasan Teluk dan mengancam keamanan jalur energi global.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketegangan politik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran secara terbuka melontarkan kecaman keras terhadap Uni Emirat Arab (UEA).
Teheran menuding UEA telah berpihak kepada Amerika Serikat dan Israel dalam konflik perang yang terus berkecamuk dan menelan korban di berbagai wilayah strategis.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bahkan menyebut UEA sebagai “mitra aktif” dalam agresi yang dilakukan terhadap negaranya.
Pernyataan tersebut memicu perhatian internasional karena hubungan Iran dan negara-negara Teluk sebelumnya sempat menunjukkan tanda-tanda mereda lewat jalur diplomasi regional.
Namun situasi berubah drastis setelah muncul dugaan adanya koordinasi politik dan keamanan antara UEA, Amerika Serikat, dan Israel di tengah perang yang memanas.
Iran juga menyoroti kabar mengenai dugaan pertemuan rahasia Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
Meski pihak Abu Dhabi membantah tudingan tersebut, Iran tetap menilai UEA telah mengambil posisi yang merugikan Teheran dalam konflik kawasan.
Situasi ini dikhawatirkan semakin memperbesar risiko eskalasi perang di Timur Tengah, terutama karena kawasan Teluk memiliki peran vital dalam jalur energi dan keamanan global.
Di tengah meningkatnya saling tuding antarnegara, dunia internasional kini menanti apakah konflik diplomatik Iran dan UEA akan berkembang menjadi ketegangan regional yang lebih luas.
Baca juga: Kunjungan Trump Dibayangi Pernyataan Keras China: Perang Iran Seharusnya Tidak Pernah Terjadi
Seperti diketahui, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi secara terbuka mengecam Uni Emirat Arab (UEA) karena dinilai berpihak kepada Amerika Serikat dan Israel selama perang melawan Iran.
Pernyataan itu disampaikan Araghchi saat menghadiri pertemuan negara-negara BRICS di India pada Kamis (14/5/2026).
Ia mengaku terpaksa menanggapi perwakilan UEA yang mengangkat isu serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di wilayah UEA selama perang berlangsung.
Menurut Araghchi, sikap delegasi UEA mengejutkan para peserta pertemuan BRICS karena dinilai terlalu fokus membahas respons Iran terhadap AS.
“Ia tidak memiliki isu lain selain membahas perang dan respons yang diberikan Iran terhadap Amerika Serikat di wilayah negara itu,” kata Araghchi, seperti dikutip Tasnim News, Jumat (15/5/2026).
| Kesepakatan Tercapai, Kapal Jepang Kembali Melintasi Selat Hormuz Usai Diplomasi dengan Iran Sukses |
|
|---|
| Donald Trump Murka! Detail Rahasia Perang Iran Bocor ke Publik, Jaksa Diminta Turun Tangan |
|
|---|
| Israel Tak Ingin AS & Iran Capai Kesepakatan hingga Damai, Siap Perang: Senang Jika Lakukan Serangan |
|
|---|
| Perang Iran vs AS, Jalur Darat Gurun Arab Jadi 'Napas' Baru Ekonomi Global Usai Selat Hormuz Lumpuh |
|
|---|
| Presiden Donald Trump Anggap Kesulitan Warga AS Tak Penting, Perangi Iran Lebih Jadi Prioritas |
|
|---|