Breaking News:

Iran vs AS

Ketegangan di Timur Tengah Memanas Lagi! Donald Trump Ngaku Tak Sabar Hadapi Iran, Perang Berlanjut?

Trump makin geram ke Iran, ancaman konflik nuklir dan perang Timur Tengah kembali memanas.

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto

Ringkasan Berita:
  • Ketegangan AS dan Iran kembali memanas setelah Donald Trump mengaku mulai kehilangan kesabaran terhadap Teheran terkait negosiasi nuklir.
  • Iran tetap bersikeras mempertahankan program pengayaan uranium, bahkan disebut bisa meningkatkan kemurnian hingga 90 persen.
  • Situasi ini memicu kekhawatiran dunia karena konflik berpotensi meluas dan mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan keras terkait Iran.

Donald Trump secara terbuka mengaku sudah tidak sabar menghadapi Teheran di tengah konflik yang terus memicu kekhawatiran dunia internasional.

Pernyataan itu muncul saat situasi hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali berada di titik paling rawan dalam beberapa bulan terakhir.

Trump bahkan menegaskan kesabarannya terhadap Iran mulai habis dan mendesak Teheran segera mengambil keputusan terkait negosiasi dengan Washington.

Di sisi lain, Iran tetap bersikeras mempertahankan hak pengayaan uranium mereka dan menolak berbagai tekanan dari Amerika Serikat.

Konflik yang melibatkan kepentingan AS, Israel, dan Iran itu juga membuat situasi keamanan di kawasan Teluk semakin tidak menentu.

Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia kembali menjadi sorotan setelah muncul ancaman eskalasi militer baru.

Sejumlah negara besar, termasuk China, kini ikut terseret dalam pusaran diplomasi dan ketegangan yang berkembang cepat di kawasan tersebut.

Pernyataan terbaru Trump pun memicu spekulasi bahwa konfrontasi baru antara Amerika Serikat dan Iran bisa pecah kapan saja jika negosiasi kembali menemui jalan buntu.

Baca juga: Hubungan Memanas! Iran Kecam Keras Sikap UEA yang Disebut Memihak AS dan Israel dalam Perang

Seperti diketahui, Donald Trump menegaskan bahwa dirinya tidak akan lagi bersikap sabar terhadap Iran

Trump mendesak Teheran untuk segera mencapai kesepakatan dengan Washington saat kedua negara masih diselimuti ketegangan.

"Saya tidak akan bisa jauh lebih sabar lagi," ujar Trump dalam sebuah wawancara di program "Hannity" Fox News yang disiarkan pada Kamis (14/5/2026) malam waktu setempat. 

"Mereka harus membuat kesepakatan," lanjutnya.

Dalam wawancara tersebut, Trump mengeluarkan pernyataan menarik terkait upaya AS untuk mengambil simpanan uranium yang diperkaya milik Iran. 

AS VS IRAN - Presiden Donald Trump memerintahkan militer Amerika Serikat untuk “menembak dan membunuh” kapal-kapal kecil Iran yang memasang ranjau di Selat Hormuz.
AS VS IRAN - Presiden Donald Trump memerintahkan militer Amerika Serikat untuk “menembak dan membunuh” kapal-kapal kecil Iran yang memasang ranjau di Selat Hormuz. (Dok./Kompas.com)

Menurutnya, langkah tersebut lebih berkaitan dengan persepsi publik daripada masalah keamanan yang mendesak.

Halaman 1/2
Tags:
Timur TengahDonald TrumpIran
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved