Berita Viral
Detik-detik Mencekam 2 Wartawan Indonesia Diculik Militer Israel, Kantor Republika Terima Sinyal SOS
SOS terkirim! Dua wartawan Indonesia hilang kontak usai kapal dicegat militer Israel.
Editor: Eri Ariyanto
Ringkasan Berita:
- Dua wartawan Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah, dilaporkan ditangkap militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
- Sebelum hilang kontak, Bambang sempat mengirim sinyal SOS ke kantor Republika dan melaporkan kapal mereka didekati kapal perang Israel di perairan dekat Siprus.
- Selain dua wartawan tersebut, sejumlah WNI dan relawan kemanusiaan lain juga dilaporkan ikut diintersepsi saat membawa bantuan untuk warga Palestina di Gaza.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Detik-detik mencekam dialami dua wartawan Indonesia saat menjalankan tugas peliputan di wilayah konflik Gaza, Palestina. Keduanya dikabarkan diculik oleh pasukan militer Israel ketika situasi di lokasi sedang memanas akibat operasi penyisiran besar-besaran yang berlangsung sejak dini hari.
Sebelum kabar hilang kontak mencuat, kedua jurnalis tersebut disebut masih sempat mengirim laporan terakhir kepada redaksi terkait kondisi di lapangan yang semakin tidak terkendali. Namun beberapa saat kemudian, komunikasi mendadak terputus dan keberadaan mereka tak lagi diketahui.
Kepanikan mulai terjadi di kantor Republika setelah salah satu wartawan mengirimkan sinyal darurat atau SOS melalui perangkat komunikasi yang digunakan saat liputan. Pesan singkat itu diterima redaksi dalam kondisi terputus-putus dan diduga dikirim di tengah situasi genting.
Dalam pesan tersebut, wartawan itu disebut meminta bantuan sambil mengabarkan adanya pengepungan oleh tentara Israel di area tempat mereka berada. Situasi mencekam itu membuat rekan-rekan jurnalis di Indonesia langsung berupaya melakukan koordinasi darurat.
Pihak kantor kemudian mencoba menghubungi keduanya secara berulang, namun seluruh sambungan komunikasi sudah tidak aktif. Dugaan penculikan pun mulai mencuat setelah sejumlah saksi di lokasi mengaku melihat aparat bersenjata membawa beberapa orang dari area peliputan.
Baca juga: Warung Bakso di Klaten Jateng Viral Gegara Pembeli Dibebani Tarif AC, Dinas Pariwisata Turun Tangan
Peristiwa ini memicu kekhawatiran besar terhadap keselamatan dua wartawan tersebut, terlebih kondisi keamanan di Gaza belakangan semakin memburuk akibat eskalasi konflik yang terus meningkat.
Sejumlah organisasi pers internasional juga mulai menyoroti insiden ini dan mendesak adanya perlindungan terhadap jurnalis yang bertugas di wilayah perang. Mereka meminta akses informasi mengenai kondisi kedua wartawan Indonesia tersebut segera dibuka.
Sementara itu, pihak keluarga di Indonesia dikabarkan terus menunggu perkembangan kabar dengan penuh kecemasan. Mereka berharap kedua wartawan itu dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak militer Israel terkait dugaan penculikan tersebut. Namun proses penelusuran dan koordinasi diplomatik terus dilakukan untuk memastikan nasib kedua jurnalis Indonesia itu.
Kasus ini pun menjadi sorotan luas publik karena dianggap sebagai salah satu insiden paling menegangkan yang menimpa wartawan Indonesia di tengah konflik Timur Tengah yang masih berkecamuk.
Seperti diketahui, Command Center Global Sumud Nusantara di Malaysia mengonfirmasi bahwa dua wartawan dari media Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah, telah ditangkap atau diculik oleh pasukan Israel (IDF) saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla.
Total lima WNI dilaporkan ditangkap, sementara empat lainnya masih berlayar.
Menurut informasi yang dirilis Command Center Global Sumud Nusantara, kapal BoraLize yang ditumpangi Bambang Noroyono dan kapal Ozgurluk yang dinaiki Thoudy Badai sempat lama kehilangan kontak.
Pada Senin (18/5/2026) malam, akhirnya dipastikan kedua kapal tersebut diintersepsi oleh militer Israel di perairan internasional dekat Siprus, sekitar 200 mil laut dari Gaza.
Bambang Noroyono, yang merupakan satu-satunya WNI di Kapal BoraLize, sempat mengirimkan sinyal SOS ke kantor Republika sekitar pukul 15.20 WIB sore tadi.
| Warung Bakso di Klaten Jateng Viral Gegara Pembeli Dibebani Tarif AC, Dinas Pariwisata Turun Tangan |
|
|---|
| Noel Luapkan Kekecewaan Usai Dituntut 5 Tahun Penjara dalam Kasus K3, Sentil Koruptor Rp 75 Miliar |
|
|---|
| Tragis! Ribut saat Joget di Tempat Hiburan di Palembang, Anggota TNI Tewas Ditembak Teman Sendiri |
|
|---|
| Maudy Ayunda Singgung Kasus Nadiem Makarim, Terang-terangan Sebut Memilukan: Sebuah Kemunduran Besar |
|
|---|
| Pernyataan Keras Gus Ipul Soal Kasus Kiai Cabul di Pati, Pelaku Pelecehan Harus Dihukum Seumur Hidup |
|
|---|