Breaking News:

Berita Viral

Siap Beri Perlawanan Mengejutkan, Iran Siaga Total Hadapi AS, Senjata Canggih & Cara Baru Disiapkan

Iran siaga total hadapi AS, senjata canggih dan strategi perang baru siap dikerahkan.

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto

Ringkasan Berita:
  • Iran menegaskan siap menghadapi serangan lanjutan Amerika Serikat dengan strategi perang dan peralatan militer baru.
  • Teheran mengklaim telah memperkuat kemampuan tempur, termasuk drone, rudal, dan pertahanan strategis di Selat Hormuz.
  • Sementara itu, Donald Trump menunda rencana serangan besar ke Iran, namun AS tetap siaga jika negosiasi gagal.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah muncul pernyataan terbaru dari petinggi militer Teheran yang menegaskan kesiapan penuh menghadapi kemungkinan perang lanjutan.

Militer Iran dikabarkan telah menyiagakan berbagai kekuatan tempur, mulai dari rudal jarak jauh, drone tempur, hingga sistem pertahanan bawah tanah yang disebut-sebut menjadi senjata andalan menghadapi tekanan Washington.

Pihak Iran juga mengklaim memiliki strategi perang baru yang disiapkan khusus untuk menghadapi serangan modern Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini semakin menjadi sorotan setelah pejabat Amerika menegaskan negaranya tetap siap melanjutkan operasi militer jika negosiasi dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Di sisi lain, laporan sejumlah media internasional menyebut Iran terus mengembangkan teknologi drone, rudal, serta fasilitas militer rahasia yang dirancang untuk menghadapi konflik berkepanjangan.

Iran bahkan disebut masih memiliki ribuan drone dan sebagian besar peluncur rudal yang tetap aktif meski sempat dihantam serangan besar dalam beberapa bulan terakhir.

Ketegangan makin terasa setelah Presiden Donald Trump mengungkap Amerika Serikat sempat berada di ambang melancarkan serangan besar ke Iran sebelum akhirnya ditunda demi membuka peluang diplomasi.

Kini, dunia internasional menyoroti kemungkinan pecahnya konflik lebih luas di kawasan Teluk yang dapat berdampak terhadap stabilitas global dan jalur perdagangan internasional.

Dengan kedua negara sama-sama menunjukkan kekuatan militer dan teknologi perang terbaru, situasi Timur Tengah disebut berada dalam fase paling genting dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Terbongkar! Alasan Trump Tunda Serangan Besar ke Iran, Ternyata Atas Permintaan Negara Teluk

Seperti diketahui, militer Iran memperingatkan akan membuka front baru melawan Amerika Serikat (AS) jika serangan berlanjut, menurut laporan AFP, Selasa (19/5/2026).

Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia telah menunda peluncuran serangan baru dengan harapan mencapai kesepakatan.

“Jika musuh cukup bodoh untuk terjebak dalam perangkap Zionis lagi dan melancarkan agresi baru terhadap Iran tercinta kami, kami akan membuka front-front baru melawan mereka, dengan peralatan dan metode baru,” kata juru bicara militer Mohammad Akraminia.

Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai peralatan dan metode baru seperti apa yang disiapkan.

Akraminia juga mengatakan Teheran telah memanfaatkan waktu gencatan senjata untuk memperkuat kemampuan tempurnya, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Ia juga menegaskan kembali, Iran akan mempertahankan kendali atas Selat Hormuz dan ingin mengenakan biaya kepada kapal untuk melewatinya.

Halaman 1/2
Tags:
IranAmerika Serikatkonflik
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved