Iran vs AS
Donald Trump-Netanyahu Tak Akur, Iran Manfaatkan Celah dan Ambil Alih Kendali Meja Perundingan
Trump dan Netanyahu tak lagi seirama, Iran memanfaatkan celah dan kini mengendalikan arah perundingan.
Editor: Eri Ariyanto
Semakin Israel memukul Hizbullah, semakin Iran punya alasan untuk mempersulit atau bahkan membatalkan perundingan nuklir dengan AS.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengakui manuver ini di hadapan kongres pada Selasa (2/6/2026).
"Yang Iran inginkan adalah mencampurkan semuanya," ujar Rubio.
Dia juga menyebut Iran berusaha menggagalkan segala upaya kerja sama Israel dan Lebanon.
"Memperpanjang konflik agar jika suatu saat kesepakatan tercapai, mereka bisa mengklaim bahwa merekalah yang memaksanya terwujud," papar Rubio.
Telepon yang memanas
Perselisihan Trump dan Netanyahu bermula pada Jumat (29/5/2026) ketika Trump mengumpulkan para tangan kanannya di Ruang Situasi Gedung Putih.
Mereka membahas proposal perdamaian yang lebih kuat dari Iran, termasuk jaminan bahwa Teheran tidak akan pernah berupaya memiliki senjata nuklir dan kejelasan soal pembuangan uranium yang telah diperkayanya.
Permintaan itu mendesak, mengingat Trump baru saja secara terbuka menyatakan bahwa kesepakatan sudah semakin dekat.
Namun masalah baru pun muncul. Netanyahu tengah melancarkan operasi besar-besaran di Lebanon untuk melawan Hizbullah menyusul serangkaian serangan drone mematikan dari kelompok militan itu.
Para pejabat AS kemudian melaporkan kepada Trump bahwa eskalasi tersebut berpotensi menggagalkan pembicaraan damai dengan Iran.
Pada Senin (1/6/2026), Trump menggelar dua panggilan telepon tegang dengan Netanyahu membahas operasi yang akan dilancarkan itu.
Dalam kedua percakapan tersebut, Trump menuntut Israel menghentikan serangan ke Beirut. Diskusi pun berlangsung panas.
Panggilan kedua bahkan semakin memanas.
Netanyahu bersikeras ingin menyerang Hizbullah. Trump, dengan suara yang meninggi karena marah, menegaskan bahwa Netanyahu harus menurut.
Hal itu karena tanpa dukungan Gedung Putih, Netanyahu akan berada di balik jeruji besi.
| Donald Trump-Netanyahu Tak Akur, Iran Manfaatkan Celah dan Ambil Alih Kendali Meja Perundingan |
|
|---|
| Timur Tengah Memanas! Trump Marah ke Oman karena Dekat dengan Iran, UEA dan Arab Saudi Ikut Murka |
|
|---|
| Ogah Tiru Jejak Perjanjian Nuklir Era Barack Obama, Donald Trump Pilih Keraskan Sikap dan Tekan Iran |
|
|---|
| Iran Tebar Keistimewaan di Selat Hormuz, Kapal China-Rusia Diprioritaskan: Dapat Perlakuan Khusus |
|
|---|
| Keputusan Akhir Soal Iran, Trump Ingin Teheran Lepas Nuklir: Yang Kurang Penting Telah Disepakati |
|
|---|