Iran vs AS
Iran Kirim Peringatan Keras ke AS: Angkat Kaki dari Timur Tengah atau Hadapi Serangan Besar-besaran
Iran ultimatum AS angkat kaki dari Timur Tengah atau hadapi serangan besar, ketegangan kian memanas.
Editor: Eri Ariyanto
Ringkasan Berita:
- Iran memperingatkan AS untuk meninggalkan Timur Tengah atau menghadapi risiko serangan balasan di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
- Teheran menegaskan tidak akan membiarkan ancaman maupun serangan terhadap wilayahnya tanpa respons dari angkatan bersenjata Iran.
- Konflik memanas setelah aksi saling serang antara AS dan Iran, memicu kekhawatiran dunia terhadap potensi perang yang lebih luas di kawasan.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait keberadaan pasukan militernya di wilayah tersebut.
Teheran secara tegas meminta Washington menarik seluruh kekuatan militernya dari Timur Tengah atau bersiap menghadapi serangan balasan dalam skala besar yang diklaim telah dipersiapkan.
Pernyataan itu muncul di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sejumlah negara sekutu di kawasan Teluk.
Pejabat militer Iran menegaskan bahwa pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah dapat menjadi target jika ketegangan terus meningkat.
Ancaman tersebut disampaikan setelah serangkaian aksi saling serang antara kedua pihak yang memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik regional yang lebih luas.
Iran bahkan memperingatkan bahwa seluruh fasilitas militer Amerika di kawasan tidak akan aman apabila Washington tetap mempertahankan tekanan maupun operasi militernya.
Di sisi lain, Amerika Serikat menyatakan akan tetap melindungi kepentingan dan personelnya di Timur Tengah di tengah situasi yang semakin tidak menentu.
Peringatan terbaru dari Teheran ini memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi perang terbuka yang dapat mengguncang stabilitas kawasan serta mengganggu pasokan energi global.
Sejumlah negara dan organisasi internasional pun menyerukan penahanan diri agar konflik tidak berkembang menjadi konfrontasi besar yang berdampak luas bagi dunia.
Baca juga: Donald Trump-Netanyahu Tak Akur, Iran Manfaatkan Celah dan Ambil Alih Kendali Meja Perundingan
Seperti diketahui, Iran memperingatkan Amerika Serikat bahwa setiap serangan atau ancaman terhadap negaranya akan mendapat respons, setelah laporan mengenai serangan AS terhadap sejumlah target militer Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mendesak pasukan asing di kawasan tersebut untuk meninggalkan Timur Tengah demi mengurangi risiko konflik yang semakin meluas.
Pernyataan Araghchi muncul pada Selasa (9/6/2026) setelah Amerika Serikat menyatakan telah menyelesaikan serangkaian serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas dengan peluncuran drone dan rudal oleh Teheran.
Iran janji balas serangan AS
Araghchi mengatakan, Iran tidak akan membiarkan serangan maupun ancaman terhadap negaranya tanpa balasan.
Melalui unggahan di X, ia menilai Amerika Serikat telah memilih untuk menguji tekad Iran meski menghadapi kekalahan di medan perang.
“Terlepas dari kekalahannya di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami,” tulis Araghchi.
| Harga Minyak Dunia Naik, Trump Desak Gencatan Senjata, Minta Iran & Israel Segera Hentikan Serangan |
|
|---|
| Iran Sebut AS Biang Kerok Konflik di Timur Tengah: Israel Tak Punya Nyali Bertindak Sendiri |
|
|---|
| Trump Sebut Kemungkinan Bertemu Mojtaba, Klaim Iran Setuju Tak Punya Nuklir: Bisa Berubah Pikiran |
|
|---|
| Donald Trump-Netanyahu Tak Akur, Iran Manfaatkan Celah dan Ambil Alih Kendali Meja Perundingan |
|
|---|
| Timur Tengah Memanas! Trump Marah ke Oman karena Dekat dengan Iran, UEA dan Arab Saudi Ikut Murka |
|
|---|