Breaking News:

Iran vs AS

Iran Kirim Peringatan Keras ke AS: Angkat Kaki dari Timur Tengah atau Hadapi Serangan Besar-besaran

Iran ultimatum AS angkat kaki dari Timur Tengah atau hadapi serangan besar, ketegangan kian memanas.

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto

“Angkatan Bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa jawaban,” lanjutnya.

Ia juga memperingatkan pasukan Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

“Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin tetap aman,” ujar Araghchi.

Araghchi menambahkan bahwa sejarah Teluk Persia memiliki “banyak bab tentang nasib buruk para pihak luar yang masuk tanpa izin”.

RUDAL IRAN - Penampakan rudal Khorramshahr-4 Khaibar missile milik Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) kembali memperlihatkan kemampuan militernya di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. IRGC menyatakan bahwa serangan selanjutnya terhadap Israel akan menggunakan rudal balistik dengan hulu ledak seberat sekitar satu ton, terhitung mulai 10 Maret 2026.
RUDAL IRAN - Penampakan rudal Khorramshahr-4 Khaibar missile milik Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) kembali memperlihatkan kemampuan militernya di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. IRGC menyatakan bahwa serangan selanjutnya terhadap Israel akan menggunakan rudal balistik dengan hulu ledak seberat sekitar satu ton, terhitung mulai 10 Maret 2026. (Dok./Wartakota)

AS kerahkan puluhan ribu personel di Timur Tengah

Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah. Sejumlah pejabat Angkatan Laut AS menyebut hampir 20.000 pelaut dan marinir saat ini berada di laut untuk mendukung operasi di kawasan tersebut.

Pengerahan itu mencakup kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS George HW Bush, 18 kapal perusak berpeluru kendali, Unit Ekspedisi Marinir ke-31, serta lebih dari selusin skuadron udara yang dikerahkan di kapal.

Pasukan tersebut menjadi bagian dari sekitar 50.000 personel militer AS yang kini berada di Timur Tengah, termasuk tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 dan penerbang yang menjalankan misi dari pangkalan-pangkalan di kawasan.

Iran desak pasukan asing tinggalkan kawasan

Araghchi kembali menyampaikan peringatan kepada pasukan asing yang beroperasi dekat wilayah Iran.

Ia mengatakan, keberadaan mereka membuat risiko meningkat, baik karena kesalahan manusia, kecelakaan, maupun kemungkinan terjebak dalam baku tembak.

“Pasukan asing yang berada dekat dengan wilayah kami berada dalam risiko terus-menerus akibat kesalahan manusia mereka sendiri, kecelakaan biasa, atau berpotensi terkena baku tembak,” tulis Araghchi.

“Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik adalah mereka pergi,” tambahnya.

Ia juga mengatakan, Iran lebih memilih jalur diplomasi, tetapi tetap memiliki pilihan lain.

“Kami lebih memilih bahasa diplomasi, tetapi kami juga berbicara bahasa lain,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengeluarkan peringatan serupa dan meminta Amerika Serikat tidak melanggar komitmennya.

Saling serang setelah helikopter AS jatuh

Amerika Serikat sebelumnya menyebut serangannya terhadap Iran menargetkan sistem pertahanan udara, stasiun kendali darat, dan radar sebagai respons atas jatuhnya sebuah helikopter Apache milik AS.

Halaman 2/3
Tags:
Pison KogoyaPapuaSumateraIranAmerika SerikatTimur Tengah
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved