Breaking News:

Kematian Brigadir Esco

Ayah Wafat, Ibu Tersangka, Pilu Putri Brigadir Esco akan Pindah Sekolah: Ikut Mati Seperti Bapak

Ayah meninggal dunia dan ibu tersangka, pilu kondisi dua putri Brigadir Esco, akan pindah sekolah, ingin ikut mati seperti ayahnya.

Editor: ninda iswara
TikTok Briptu Rizka
PEMBUNUHAN BRIGADIR ESCO - Ayah meninggal dunia dan ibu tersangka, pilu kondisi dua putri Brigadir Esco, akan pindah sekolah, ingin ikut mati seperti ayahnya. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nasib tragis tengah menyelimuti dua anak dari pasangan almarhum Brigadir Esco Fasca Rely dan Briptu Rizka Sintiyani.

Dalam waktu singkat, keduanya harus kehilangan figur ayah secara permanen, dan pada saat yang sama, melihat ibu mereka berurusan dengan hukum sebagai tersangka atas kematian sang ayah.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada 24 Agustus 2025, ketika Brigadir Esco ditemukan dalam kondisi mengenaskan di belakang pekarangan rumah mertuanya yang berada di Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kematian tragis Brigadir Esco sontak mengejutkan banyak pihak, terlebih setelah pihak kepolisian menetapkan istrinya sendiri, Briptu Rizka Sintiyani, sebagai tersangka utama dalam kasus dugaan pembunuhan tersebut.

Kasus ini tidak hanya menjadi sorotan media, namun juga menorehkan luka mendalam bagi keluarga, terutama kedua buah hati pasangan ini.

Baca juga: Sakit Hati Ayah Brigadir Esco, Duga Jenazah Sempat Disimpan di Rumah, Briptu Rizka Lakukan KDRT?

Anak-Anak Jadi Korban Psikis

Di tengah proses hukum yang masih bergulir, perhatian kini juga tertuju pada kondisi psikologis dua anak Brigadir Esco dan Briptu Rizka.

Kuasa hukum keluarga almarhum, Lalu Anton Hariyawan, mengungkapkan bahwa kedua anak ini mengalami tekanan mental yang luar biasa akibat peristiwa yang mereka alami.

"Kita ketahui bersama luar biasa ujian yang dialami oleh keluarga besar Brigadir Esco, terutama untuk kedua putrinya," ujar Anton pada Rabu, 24 September 2025, sebagaimana dikutip dari TribunLombok.com.

Anton menjelaskan bahwa anak-anak tersebut, yang masih berada dalam usia dini, belum sepenuhnya memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Namun, luka emosional yang mereka alami sudah terlihat jelas dari pertanyaan dan reaksi mereka sehari-hari.

Anak Pertama Bertanya, "Ayah Di Mana?"

Yang lebih menyayat hati, menurut Anton, adalah saat anak pertama pasangan tersebut dengan polosnya bertanya tentang keberadaan ayahnya.

Dalam situasi seperti ini, pertanyaan sederhana itu justru menjadi tamparan emosional yang sangat keras bagi keluarga.

Bahkan, anak sulung Brigadir Esco yang baru berusia tujuh tahun, sempat mengungkapkan keinginan yang sangat mengkhawatirkan: ia ingin mengalami nasib yang sama seperti sang ayah.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Tags:
Brigadir EscoBriptu RizkaNusa Tenggara Barat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved