Breaking News:

Kabupaten Sukoharjo

Kualitas Hidup Masyarakat Sukoharjo Meningkat,Program Pembangunan Dinilai Tepat Sasaran

Tingginya skor IPM mencerminkan kemampuan masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan hasil pembangunan.

Tayang:
Editor: Delta Lidina
TribunSolo/Anang Ma'ruf
Ilustrasi sosialisasi program Beasiswa kuliah di Sukoharjo 

TRIBUNNEWSMAKER.COM, SUKOHARJO - Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sukoharjo kembali menunjukkan tren positif pada tahun 2025. 

Berdasarkan data yang diterima TribunSolo.com, skor IPM Sukoharjo tercatat mencapai 79,90, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya 79.30.

Capaian tersebut sekaligus mengukuhkan posisi Kabupaten Sukoharjo sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Jawa Tengah serta berhasil mempertahankan peringkat 10 besar secara nasional sejak 2022. 

Peningkatan ini menjadi indikator keberhasilan program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo di bawah kepemimpinan Bupati Etik Suryani.

Sebagai informasi, IPM digunakan untuk mengukur kualitas hidup dan keberhasilan pembangunan manusia di suatu daerah.

Pengukuran IPM tidak hanya didasarkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi mencakup tiga dimensi utama, yakni kesehatan (umur panjang dan hidup sehat), pendidikan (pengetahuan), serta ekonomi (standar hidup layak).

Baca juga: Pemkab Sukoharjo Matangkan Dua Proyek Strategis, DED Jadi Kunci Penataan Kota

Skor IPM Sukoharjo dalam lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. 

Pada 2021, IPM Sukoharjo tercatat sebesar 77,13, kemudian naik menjadi 77,94 pada 2022. Tren positif berlanjut pada 2023 dengan skor 78,65, meningkat lagi menjadi 79,30 pada 2024, dan kembali melonjak menjadi 79,90 pada 2025.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sukoharjo, Rudiyanto, menyampaikan capaian tersebut merupakan bukti keberhasilan program-program pembangunan daerah yang dijalankan secara konsisten.

“Skor IPM Sukoharjo hampir menyentuh angka 80,00. IPM Sukoharjo tertinggi se-Jawa Tengah dan masuk 10 besar secara nasional sejak 2022. Capaian ini berhasil dipertahankan sejak 2021,” ujar Rudiyanto kepada TribunSolo.com, Rabu (4/2/2025).

Menurutnya, tingginya skor IPM mencerminkan kemampuan masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan hasil pembangunan, baik dalam aspek pendapatan, pendidikan, maupun kesehatan. 

Hal ini menandakan pembangunan fisik dan nonfisik yang dijalankan Pemkab Sukoharjo benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca juga: Mahasiswa Penerima Sukoharjo Pintar 2025 Kenalkan Program Beasiswa ke Siswa SMA/SMK

“Implikasinya, kualitas hidup masyarakat semakin meningkat berkat keberhasilan program prorakyat yang dijalankan Pemkab Sukoharjo,” tambahnya.

Pemkab Sukoharjo terus menggenjot pembangunan infrastruktur tanpa mengesampingkan pembangunan sumber daya manusia (SDM). 

Berbagai program unggulan digulirkan, di antaranya Beasiswa Kuliah Sukoharjo Pintar, santunan kematian, penanganan dan pencegahan stunting, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan anak.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Tags:
Pemkab SukoharjoEtik SuryaniBeasiswa
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved