Kronologi Abu Janda Dikeluarkan Aiman Witjaksono dari Program TV Setelah Bahas Amerika
Perdebatan sengit terjadi dalam sebuah program diskusi televisi hingga berujung pada pengusiran salah satu narasumber dari forum.
Penulis: timkontennewsmaker
Editor: Tim TribunNewsmaker
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Perdebatan sengit terjadi dalam sebuah program diskusi televisi hingga berujung pada pengusiran salah satu narasumber dari forum. Sosok yang diminta meninggalkan acara tersebut adalah aktivis media sosial Permadi Arya atau yang dikenal sebagai Abu Janda. Berikut kronologi Abu Janda diusir dari forum diskusi tersebut.
Insiden itu bermula ketika Abu Janda terlibat perdebatan dengan beberapa narasumber lain dalam sebuah diskusi. Suasana semakin panas ketika pembahasan mengenai konflik geopolitik berkembang menjadi saling serang pendapat.
Dalam siaran langsung program Rakyat Bersuara di iNews TV, pembawa acara Aiman Witjaksono akhirnya mengambil langkah tegas. Berikut kronologi Abu Janda diminta keluar dari forum diskusi, dirangkum dari Tribun Jakarta dan Bangka Pos, Kamis (12/3/2026).
Kronologi Abu Janda Diusir dari Program Acara TV
Peristiwa itu terjadi saat program Rakyat Bersuara membahas isu geopolitik terkait konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Dalam diskusi tersebut, Abu Janda mengungkapkan pandangannya mengenai kuatnya sentimen anti-Amerika Serikat di Indonesia.
Baca juga: Suami Maissy Dituding Selingkuh dengan Dokter Koas Cindy Rizap, Begini Kronologinya
Ia menilai banyak orang memandang Amerika Serikat secara negatif tanpa melihat konteks sejarah hubungan negara tersebut dengan Indonesia. Menurutnya, sentimen anti-Amerika kerap muncul karena kebencian tanpa upaya memahami fakta sejarah secara lebih objektif.
Abu Janda juga mengutip Al-Maidah ayat 8 yang menurutnya mengingatkan pentingnya bersikap adil dalam menilai suatu persoalan. Ia kemudian menyebut Amerika Serikat memiliki peran dalam proses pengakuan kedaulatan Indonesia pada masa awal kemerdekaan.
Dalam penjelasannya, ia menyinggung kondisi setelah Proklamasi 1945 ketika Belanda kembali datang bersama pasukan NICA. Menurutnya, kekuatan militer Belanda saat itu jauh lebih besar dibandingkan Indonesia sehingga Jenderal Sudirman harus menggunakan strategi perang gerilya atau hit and run.
Abu Janda kemudian berpendapat bahwa Belanda akhirnya meninggalkan Indonesia pada 1949 karena tekanan dari Amerika Serikat. Ia menyebut Amerika mengancam menghentikan bantuan kepada Belanda jika negara itu tetap menjajah Indonesia. Selain itu, Amerika juga disebut mendorong Belanda mengikuti Konferensi Meja Bundar di Den Haag.
Perdebatan mulai memanas ketika mantan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia, Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti, menyampaikan pandangan berbeda. Menurutnya, keterlibatan Amerika Serikat saat itu tidak lepas dari kepentingan geopolitik global.
Ia menjelaskan bahwa Amerika Serikat khawatir Indonesia akan jatuh ke pengaruh komunisme pada akhir 1940-an. Ikrar juga menyarankan agar penjelasan tersebut dipelajari melalui kajian sejarah, salah satunya dalam buku Revolution and Nationalism in Indonesia karya George McTurnan Kahin.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa kebijakan Amerika Serikat terhadap Indonesia tidak selalu berpihak pada kepentingan negara ini.
Perdebatan antara Abu Janda dan Ikrar Nusa Bhakti pun semakin memanas. Abu Janda beberapa kali memotong penjelasan Ikrar dengan nada tinggi. Bahkan sejumlah komentarnya dinilai kasar dalam forum diskusi tersebut.
Ikrar sempat meminta agar Abu Janda menahan diri dan memberi kesempatan untuk menyelesaikan penjelasan. Namun situasi tetap tegang karena keduanya saling menyela. Aiman Witjaksono sempat mencoba menengahi dengan memberikan kesempatan kepada Ikrar untuk melanjutkan penjelasannya.
Pakar hukum tata negara Feri Amsari kemudian turut menyampaikan pandangannya. Ia menyoroti langkah Prabowo Subianto yang bergabung dengan Board of Peace (BOP) yang didirikan oleh Donald Trump.
Menurut Feri, langkah tersebut dinilai tidak etis karena organisasi itu juga melibatkan Israel. Ia menyinggung tudingan kejahatan perang yang dilakukan Israel di Palestina, termasuk serangan terhadap warga sipil dan anak-anak.
Sumber: Grid.ID
| Beri Motivasi Siswa, Disdikbud Sukoharjo Bakal Beri Reward Rp 1 Juta bagi Siswa Berprestasi di TKA |
|
|---|
| Pastikan TKA SMP Berjalan Baik, Disdikbud Sukoharjo Sidak ke Sekolahan |
|
|---|
| Harta Marsudin Nainggolan Calon Hakim MK Pengganti Anwar Usman: Tembus Rp 4,6 Miliar, Punya 10 Tanah |
|
|---|
| Sosok Marsudin Nainggolan, Kandidat Hakim MK Pengganti Anwar Usman, Ternyata Pernah Terseret OTT KPK |
|
|---|
| WFH ASN Klaten Belum Diputuskan, Bupati Hamenang Ungkap Pertimbangannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Kronologi-Abu-Janda-Dikeluarkan-Aiman-dari-Forum-Diskusi-TV.jpg)