Breaking News:

Kabupaten Sukoharjo

Setelah Tinjauan Bupati, Normalisasi Drainase di Sukoharjo Dikebut

Pembersihan saluran drainase langsung dilakukan guna mengatasi persoalan genangan yang kerap terjadi saat hujan.

Tayang:
Editor: Delta Lidina
TribunSolo/Anang Ma’ruf
PEMBANGUNAN SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat melakukan tinjauan genangan air di Alun-alun Satya Negara. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNNEWSMAKER.COM, SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bergerak cepat menindaklanjuti hasil pemantauan genangan air yang dilakukan Bupati Sukoharjo di kawasan Alun-Alun Satya Negara beberapa hari lalu. 

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), pembersihan saluran drainase langsung dilakukan guna mengatasi persoalan genangan yang kerap terjadi saat hujan.

Kepala DPUPR Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Atmojo, mengatakan pembersihan selokan sudah mulai dikerjakan sejak hari pertama saat Bupati melakukan peninjauan lapangan. 

Upaya tersebut akan terus berlanjut dengan target pembersihan sepanjang Jalan Veteran hingga Simpang Empat Carikan, terutama pada saluran di sisi kanan dan kiri jalan.

Menurut Bowo, hasil pengecekan awal menemukan sejumlah hambatan yang menjadi penyebab tidak lancarnya aliran air. 

Di antaranya berada di kawasan barat Apotek Kimia Farma serta di sekitar perbatasan jalan dekat Alfamart, di mana terdapat akar pohon yang melintang di tengah saluran serta pipa yang menghambat aliran.

“Hambatan tersebut sudah kami tangani dengan pemotongan akar dan penyesuaian pipa, sehingga aliran air saat ini sudah lebih lancar,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan, hasilnya mulai terlihat saat hujan turun pada sore hari setelah pembersihan dilakukan. 

Genangan air di kawasan alun-alun disebut mulai berkurang signifikan.

“Kemarin sore hujan sekitar 15 menit, air sudah tidak menggenang lama. Memang sempat terjadi antrean aliran ke saluran, tetapi cepat surut,” jelasnya.

Selain di pusat kota, penanganan serupa juga dilakukan di wilayah Jalan Plumbon, Kecamatan Mojolaban. 

Bowo menjelaskan kondisi di kawasan tersebut berbeda, karena ketinggian air di saluran sudah terjadi meski tanpa hujan.

“Di Plumbon itu bukan sekadar genangan saat hujan, tapi kondisi saluran memang sudah tinggi. Ada indikasi sedimentasi pada saluran irigasi sawah yang terhubung dengan drainase,” ungkapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Sukoharjo telah menyiapkan penanganan lebih lanjut melalui proyek perbaikan saluran. 

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Tags:
Pemkab SukoharjoEtik Suryani
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved