Breaking News:

Sosok Cak Nun, Ulama dan Budayawan Kondang di Balik Ramalan Serangan AS–Israel ke Iran

Sosok Emha Ainun Nadjib atau yang lebih dikenal sebagai Cak Nun kembali menjadi sorotan.

|
Istimewa
Cak Nun - Ulama Sekaligus Budayawan Kondang yang Ramalkan Soal Serangan AS-Israel ke Iran 

TRIBUNNEWSMAKER.COM – Sosok Emha Ainun Nadjib atau yang lebih dikenal sebagai Cak Nun kembali menjadi sorotan. Ulama sekaligus budayawan ternama ini diketahui pernah menyampaikan prediksi mengenai kemungkinan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, jauh sebelum peristiwa tersebut benar-benar terjadi.

Serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026) ternyata pernah disinggung Cak Nun dalam sebuah forum pada 2012 silam. Pernyataan itu kini kembali ramai dibicarakan publik. Lantas, seperti apa sosok Cak Nun sebenarnya?

Profil Cak Nun

Cak Nun dikenal luas sebagai ulama, budayawan, sekaligus pemikir yang kerap menyuarakan pandangan kritis terhadap persoalan sosial, budaya, dan kemanusiaan. Ia memiliki nama lengkap Muhammad Ainun Nadjib dan juga akrab disapa Mbah Nun.

Cak Nun - Ulama Sekaligus Budayawan Kondang yang Ramalkan Soal Serangan AS-Israel ke Iran pada 2012 Silam
Cak Nun - Ulama Sekaligus Budayawan Kondang yang Ramalkan Soal Serangan AS-Israel ke Iran pada 2012 Silam (Istimewa)

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Cak Nun merupakan figur multidisipliner. Ia aktif sebagai seniman, penyair, sastrawan, penulis, filsuf, cendekiawan, pemikir Islam, hingga pekerja sosial. Bidang yang ia geluti pun sangat beragam, mulai dari sastra, teater, tasawuf, tafsir, filsafat, musik, pendidikan, kesehatan, hingga isu-isu keislaman.

Tak sedikit yang menilai Cak Nun sebagai pribadi “multi-dimensi”. Pria kelahiran 27 Mei 1953 ini merupakan salah satu intelektual Muslim berpengaruh di Indonesia.

Cak Nun adalah anak keempat dari 15 bersaudara. Tokoh asal Jombang tersebut pernah menikah dengan Neneng Suryaningsih pada 1978 dan berpisah pada 1985. Ia kemudian menikah dengan Novia Kolopaking pada 1997.

Dari pernikahannya, Cak Nun dikaruniai lima orang anak, yakni Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe Letto), Ainayya Al-Fatihah, Aqiela Fadia Haya, Jembar Tahta Aunillah, dan Anayallah Rampak Mayesha.

Riwayat Pendidikan

Pendidikan dasar Cak Nun ditempuh di Jombang dan diselesaikan pada 1965. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Muhammadiyah di Yogyakarta. Setelah itu, Cak Nun sempat menimba ilmu di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, meski tidak menyelesaikan pendidikannya di sana.

Ia diketahui keluar dari Gontor setelah memimpin aksi demonstrasi terhadap kebijakan pimpinan pondok yang menurutnya kurang tepat. Usai meninggalkan Gontor, Cak Nun kembali ke Yogyakarta dan melanjutkan pendidikan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta hingga lulus pada 1971.

Baca juga: Murka Iran ke Amerika Serikat, Bombardir 27 Pangkalan Militer AS, Negara Teluk Ketar-ketir

Setelah lulus SMA, Cak Nun sempat tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun, pendidikannya di perguruan tinggi itu hanya berlangsung hingga semester pertama.

Jejak Karier dan Aktivitas

Dalam perjalanan hidupnya, Cak Nun diketahui pernah menjalani kehidupan menggelandang selama sekitar lima tahun, dari 1970 hingga 1975. Pada masa tersebut, ia banyak belajar sastra dari sosok sufi misterius yang sangat ia kagumi, Umbu Landu Paranggi, yang memberikan pengaruh besar dalam kehidupannya.

Karier jurnalistik Cak Nun dimulai pada 1970 sebagai pengasuh rubrik sastra di Harian Masa Kini, Yogyakarta. Ia kemudian melanjutkan kiprahnya sebagai wartawan dan redaktur di media yang sama hingga 1976.

Selain aktif menulis puisi dan kolom di berbagai media, Cak Nun juga telah menghasilkan sekitar 30 buku esai. Di bidang seni pertunjukan, ia memimpin Teater Dinasti Yogyakarta serta grup musik Kiai Kanjeng, yang hingga kini masih aktif.

Beragam karya teater dan sastra lahir dari tangan Cak Nun, di antaranya Geger Wong Ngoyak Macan, Patung Kekasih, Keajaiban Lik Par, dan Mas Dukun, yang banyak mengangkat kritik sosial dan politik.

Ia juga terlibat dalam berbagai pementasan besar bersama Teater Salahudin, serta aktif mengikuti forum internasional seperti lokakarya teater di Filipina dan International Writing Program di Amerika Serikat.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Tags:
Cak NunulamaIsraelIsrael serang Iranperang Iran vs Israel
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved