Breaking News:

Sosok Cak Nun, Ulama dan Budayawan Kondang di Balik Ramalan Serangan AS–Israel ke Iran

Sosok Emha Ainun Nadjib atau yang lebih dikenal sebagai Cak Nun kembali menjadi sorotan.

Tayang: | Diperbarui:
Istimewa
Cak Nun - Ulama Sekaligus Budayawan Kondang yang Ramalkan Soal Serangan AS-Israel ke Iran 

Pada era 1990-an, Cak Nun menggagas forum Kenduri Cinta di Taman Ismail Marzuki, sebuah ruang dialog budaya dan kemanusiaan yang terbuka dan nonpartisan. Hingga kini, ia masih rutin berkeliling bersama Kiai Kanjeng dan komunitas Padhangmbulan.

Dalam setiap forum, Cak Nun kerap mengajak masyarakat membongkar cara berpikir lama, memperbaiki pola komunikasi, serta mencari solusi atas persoalan sosial secara kultural dan spiritual.

Meski sering mengisi pengajian, Cak Nun menolak disebut sebagai kiai. Ia lebih nyaman dikenal sebagai seniman dan pemikir, bersama sang istri Novia Kolopaking.

Baca juga: Kejadian 2023 Terulang, Hutan Kota Cawang Ada Pesta Seks Sesama Jenis, Patroli Rutin Diterjunkan

Isu pluralisme menjadi salah satu topik yang kerap ia angkat. Menurut Cak Nun, perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan.

“Tidak bisa disamakan, yang beda biar berbeda. Kita harus menghargai itu semua,” kata Emha Ainun Najib seperti dimuat dalam biografiku.com.
Pandangan-pandangannya kerap dianggap menyejukkan, terutama di tengah situasi sosial-politik yang memanas. Menjelang runtuhnya Orde Baru, Cak Nun bahkan sempat dimintai pandangan oleh Presiden Soeharto. Ia disebut turut mendorong Soeharto untuk bersedia mengakhiri masa jabatannya.

Kini, Cak Nun masih aktif mengisi berbagai forum seperti Kenduri Cinta, Macapat Syafa’at, dan Padhangmbulan, serta terus menulis melalui berbagai media, termasuk situs pribadinya.

Ramalan Serangan AS–Israel ke Iran

Selain kiprahnya di bidang budaya dan sosial, Cak Nun juga kembali diperbincangkan karena pernyataannya pada 2012 yang dianggap sebagai prediksi atas konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan saat ia menjadi pembicara di Masjid Raya Klaten pada 22 Februari 2012.

"Suatu hari nanti, Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika," kata Cak Nun dikutip dari akun Instagram @lambe_turah.
Ia juga menyampaikan pandangannya terkait posisi Arab Saudi dalam konflik tersebut, serta mempertanyakan sikap Indonesia.

"Nanti Arab Saudi bisa dipastikan akan membela Israel. Pertanyaannya untuk Indonesia, Indonesia bela mana? Bela Iran apa bela Israel?" ucapnya lagi.
"Ah kan kene kene mesti kerengan dewe. Engge Pak, Separuh melok Iran, separuh melok Israel uta ora melo sopo-sopo. Wong yo ora mudeng gitu," tambahnya dalam bahasa Jawa.
Cak Nun berharap Indonesia mampu bersikap bijak dan tidak mudah terprovokasi, baik oleh pengaruh luar maupun akibat minimnya pemahaman di dalam negeri.

"Mudah-mudahan Klaten harus bisa antisipasi terhadap provokasi dari luar maupun dari kebodohan dari dalam," tuturnya.
Sebagai informasi, Israel dilaporkan melancarkan serangan ke Iran yang menyebabkan beberapa ledakan di Teheran serta kerusakan fasilitas, termasuk bangunan sipil. Iran pun menyatakan akan melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di wilayahnya.

Di tengah eskalasi konflik, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Sementara itu, Israel menyebut operasi militer tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman yang mereka nilai berasal dari Iran. (Tribunnewsmaker.com/Grid.ID/Fidiah Nuzul Aini )

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/2
Tags:
Cak NunulamaIsraelIsrael serang Iranperang Iran vs Israel
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved