Ibunda Laras Faizati Minta Tolong Prabowo, Putrinya Dibui Dugaan Hasut Bakar Mabes Polri: Saya Mohon
Ibunda Laras Faizati minta tolong Prabowo, putrinya dibui dugaan hasut bakar Mabes Polri: saya mohon.
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Ia menilai bahwa jalan keadilan restoratif atau restorative justice (RJ) seharusnya bisa menjadi alternatif penyelesaian perkara yang lebih bijaksana dan manusiawi dalam kasus ini.
Dalam pandangan Dodhi, sosok Laras tidak pernah terlibat dalam dunia politik, tidak pula aktif dalam kegiatan demonstrasi, serta tidak dikenal sebagai buzzer yang kerap menyuarakan propaganda.
"Dia bukan seorang politikus, bukan buzzer, dan bukan demonstran," ucapnya menegaskan posisi keponakannya.
Keluarga juga memberi penjelasan bahwa sebelum insiden itu, Laras sama sekali tidak memiliki rencana apalagi motif untuk menghasut orang lain.
Mereka menilai ucapan Laras yang kemudian dianggap provokatif hanyalah sebuah reaksi spontan akibat terbawa suasana panas pada saat kericuhan terjadi.
"Laras hanya terbawa suasana. Dia tidak punya niat merencanakan apalagi mengorganisir aksi membakar. Itu murni reaksi sesaat," ungkap salah satu anggota keluarga, menegaskan kembali bahwa Laras tidak pernah berniat buruk.
Mereka juga menekankan bahwa keseharian Laras justru jauh dari sikap provokatif.
Dalam kehidupan sehari-hari, Laras dikenal tenang, fokus pada aktivitas pribadinya, dan tidak pernah menaruh minat besar pada kegiatan yang bersifat politik maupun demonstratif.
Meski berbagai pembelaan dan permohonan dari keluarga terus disuarakan, aparat kepolisian tetap menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan sesuai aturan.
Kasus ini pun tetap ditangani dengan serius demi memastikan sejauh mana tanggung jawab Laras dalam peristiwa kericuhan yang sempat memicu kekhawatiran publik tersebut.
Baca juga: Nasib Laras Faizati Tersangka Dugaan Penghasutan untuk Bakar Mabes Polri, Dijerat Sejumlah Pasal
Akui Spontan
Menurut kuashukumLaras, Abdul Gafur, apa yang diunggah Laras tersebut hanya spontan dilakukan dan sebagai bentuk ungkapan kekecewaan terhadap polisi atas kematian Affan Kurniawan, driver ojol yang dilindas rantis Brimob pada Kamis, (28/8/2025).
Saat mengunggah pernyataan tersebut, Laras tengah bekerja di ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Secretariat sebagai Communication Officer dan tidak berada di lokasi demonstrasi.
"Dia tidak ikut demo, tidak mengajak siapapun, tidak ada upaya mobilisasi. Saat itu dia sedang bekerja, dan unggahan itu muncul spontan karena kecewa melihat ada korban dalam demonstrasi. Jadi itu murni ekspresi pribadi,” katanya kepada wartawan. Dikutip Wartakotalive.com.
Dalam unggahan yang menjadi dasar penetapan tersangka, Laras disebut menyampaikan kalimat yang mengandung kata “burn building” dalam bahasa Inggris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/IBUNDA-LARAS.jpg)