Breaking News:

Berita Viral

Imam Muslimin Dosen UIN Malang Viral Guling-guling di Tanah, Mengundurkan Diri: Daripada Sakit Hati

Inilah nasib Imam Muslimin Dosen UIN Malang yang viral guling-guling saat konflik dengan warga. Ia mengundurkan diri dari kampus.

Editor: Febriana
KOMPAS.com/ Nugraha Perdana | YouTube Warta Kota Production
NASIB DOSEN VIRAL - Imam Muslimin, dosen nonaktif Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan surat pengunduran dirinya. Ia mengaku langkah pengunduran dirinya telah ditindaklanjuti oleh pihak kampus. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah nasib Imam Muslimin, dosen nonaktif Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Setelah viral terlibat konflik dengan lingkungan sekitar hingga aksi guling-guling di tanah, ia akhirnya mengajukan pengunduran diri dari kampus.

Imam Muslimin mengaku keputusan mengundurkan diri dipicu oleh kondisi kegiatan belajar mengajar yang tidak kondusif.

Ya, Imam Muslimin, dosen nonaktif Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang videonya viral akibat perseteruan di sebuah lingkungan permukiman, memberikan klarifikasi tegas terkait statusnya. 

Ia menyatakan telah secara resmi mengajukan pengunduran diri dari profesinya sebagai dosen. 

Keputusan ini diambil sebagai langkah proaktif menyusul dampak dari tersebarnya video yang memperlihatkan dirinya terlibat dalam konflik sengit. 

Termasuk salah satu adegan di mana ia menjatuhkan diri dan berguling-guling di lahan pertanian. 

"Saya sudah mengajukan mundur [sebagai] dosen. Suratnya bisa dilihat. Saya mengajukan mundur," kata Imam, Rabu (17/9/2025).

Imam menjelaskan, keputusannya dipicu oleh kondisi kegiatan belajar mengajar yang menjadi tidak kondusif. 

Menurutnya, mahasiswa tidak lagi menghadiri kelas yang ia ampu dan tidak merespons komunikasinya. 

"Semua mahasiswa enggak ada yang datang. Saya WA (WhatsApp) enggak ada yang jawab. Daripada saya sakit hati, saya menulis surat kepada atasan saya bahwa saya mundur," jelasnya.

Pengunduran diri ini, menurut Imam, bersifat permanen dan bertujuan agar ia dapat lebih fokus menyelesaikan permasalahan pribadi yang sedang dihadapinya tanpa terikat oleh jadwal mengajar. 

"Saya mundur memulai hari ini sampai dengan selamanya. Agar kalau ada hal-hal yang mungkin diperlukan dari saya, saya tidak terikat oleh jam mengajar lagi. Bisa fokus," tambahnya. 

Ia mengaku, langkah pengunduran dirinya telah ditindaklanjuti oleh pihak kampus, dan ia kini tidak lagi memiliki jadwal mengajar. 

Imam juga menekankan bahwa keputusannya murni didasari oleh prinsip, bukan pertimbangan finansial. 

Baca juga: Sosok Dosen UIN Malang, Drama Berguling di Sawah hingga Pura-pura Stroke, Benarkah Pelaku Pelecehan?

DOSEN VIRAL - Salah seorang dosen UIN Malang menggunakan topi, kaos singlet, dan sarung terlibat adu mulut di suatu lingkungan pemukiman, pura-pura stroke saat diperiksa polisi.
DOSEN VIRAL - Salah seorang dosen UIN Malang menggunakan topi, kaos singlet, dan sarung terlibat adu mulut di suatu lingkungan pemukiman, pura-pura stroke saat diperiksa polisi. ((Kolase TribunTrends/Istimewa))

"Bagi saya, dosen itu adalah pengabdian, bukan uang," pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah video yang menampilkan Imam Muslimin viral di media sosial. 

Video-video tersebut disertai narasi yang berkembang liar dan belum terverifikasi kebenarannya.

Nasib Dosen Wanita di Nias Sumut yang Lempar Skripsi hingga Bikin Mahasiswa Emosi, Jalani Pembinaan

Video seorang dosen yang dengan emosi melempar skripsi milik mahasiswa sempat membuat geger publik setelah viral di berbagai platform media sosial.

Peristiwa yang memicu perdebatan ini terjadi di lingkungan akademik Universitas Nias, tepatnya di Gedung Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi, Sumatra Utara, pada Jumat (22/8/2025).

Banyak warganet yang kemudian mempertanyakan latar belakang hingga penyebab terjadinya insiden tersebut.

Melansir dari situs resmi Universitas Nias, akhirnya terungkap kronologi lengkap mengapa seorang dosen sampai terpancing melakukan aksi tidak terpuji itu.

Awalnya, sejumlah mahasiswa mendatangi Ketua Program Studi S1 Manajemen dengan tujuan untuk mengurus proses yudisium.

Namun, keinginan para mahasiswa tersebut terbentur aturan karena waktu pendaftaran yudisium ternyata sudah resmi ditutup.

Dosen yang terekam dalam video pun menolak permintaan mahasiswa karena dianggap tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Penolakan itulah yang kemudian memicu suasana menjadi tegang dan menimbulkan keributan, sebagaimana terlihat jelas dalam rekaman video yang beredar.

LEMPAR SKRIPSI - Tangkap layar video viral dosen lempar skripsi mahasiswa di Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nias pada Jumat, 22 Agustus 2025.
LEMPAR SKRIPSI - Tangkap layar video viral dosen lempar skripsi mahasiswa di Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nias pada Jumat, 22 Agustus 2025. (Kolase tangkapan layar)

"Hal ini menimbulkan ketegangan antara beberapa mahasiswa dengan pihak program studi dan berujung pada tindakan yang tidak semestinya, termasuk kerusakan fasilitas meja kerja di ruang Prodi," tulis Universitas Nias dalam keterangannya, Rabu (27/8/2025), mengutip dari Tribunmedan.com.

Insiden tersebut kemudian sampai ke telinga pihak rektorat dan langsung mendapat perhatian serius.

Rektorat melalui jajaran pimpinan, yakni Wakil Rektor III, Dekan, Wakil Dekan, Ketua serta Sekretaris Prodi, hingga Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni segera mengambil langkah.

Mereka memfasilitasi pertemuan antara mahasiswa yang terlibat dengan dosen yang terekam dalam video tersebut untuk mencari penyelesaian.

Pertemuan itu akhirnya menghasilkan jalan tengah yang menenangkan kedua belah pihak.

Dalam suasana penuh kejujuran, para mahasiswa secara langsung mengakui adanya miskomunikasi dan menyampaikan permohonan maaf.

"Dalam pertemuan tersebut dicapai kesepakatan damai: mahasiswa menyampaikan permohonan maaf secara tertulis dan lisan, serta bersedia memperbaiki kerusakan yang terjadi."

"Ketua Prodi juga menerima permintaan maaf dan menyatakan bersedia memaafkan mahasiswa," tulis Universitas Nias dalam keterangan resminya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa insiden tidak akan berlarut-larut dan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Meski begitu, pihak kampus tetap menilai bahwa ada pelanggaran etik yang dilakukan oleh sang dosen dalam memperlakukan mahasiswa.

Universitas pun memastikan dosen yang bersangkutan akan menjalani proses pembinaan sesuai dengan pedoman kode etik dosen dan tenaga kependidikan.

Pembinaan itu akan dilakukan secara adil, objektif, dan melalui mekanisme resmi yang berlaku di lingkungan Universitas Nias.

Baca juga: Kisah Mahasiswa Rela Naik Kawah Gunung Lawu Demi Tanda Tangan Dosen Pembimbing Skripsi: Pas Banget

DOSEN LEMPAR SKRIPSI - (Atas) Dosen dan mahasiswa Universitas Nias yang terlibat kericuhan saat sepakat berdamai dan (Bawah) Tangkap layar video viral dosen lempar skripsi mahasiswa di Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nias pada Jumat, 22 Agustus 2025.
DOSEN LEMPAR SKRIPSI - (Atas) Dosen dan mahasiswa Universitas Nias yang terlibat kericuhan saat sepakat berdamai dan (Bawah) Tangkap layar video viral dosen lempar skripsi mahasiswa di Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nias pada Jumat, 22 Agustus 2025. (Kolase: Tiktok.com/@dlauwkaris dan Dok. Universitas Nias)

Selain itu, Komisi Kode Etik juga akan dilibatkan agar proses evaluasi berjalan transparan dan tidak memihak.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya kampus menegakkan aturan sekaligus memperkuat tata kelola lembaga pendidikan.

Pihak Universitas menegaskan bahwa mereka berkomitmen menjaga suasana akademik yang kondusif, profesional, serta menghargai hubungan antara dosen dan mahasiswa.

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan seluruh civitas akademika dapat belajar bahwa komunikasi yang baik sangat penting demi menghindari kesalahpahaman serupa di masa mendatang.

Viral di Medsos

Sebelumnya, viral di media sosial ulah seorang dosen di Universitas Nias yang melempar skripsi sampai membuat mahasiswa emosi.

Aksi dosen itupun sontak membuat mahasiswa itu emosi sampai menggebrak meja dosen.

Peristiwa itu terjadi di Gedung Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nias, Sumatra Utara, pada Jumat (22/8/2025) lalu.

Tampak sejumlah mahasiswa mendatangi dosen dan cekcok hingga berujung emosi.

Sementara video dosen lempar skripsi mulai jadi perbincangan setelah diunggah akun TikTok @dlauwkaris, pada Minggu (24/8/2025).

Pada awal rekaman terlihat sejumlah mahasiswa laki-laki tampak mendatangi meja dosennya.

Dosen wanita kemudian membuang skripsi mahasiswanya ke lantai.

Baca juga: Sosok HY Dosen Universitas Negeri Makassar yang Tewas Tergantung di Pohon, Setahun Lost Contact

Melihat itu, anak didik sang dosen tidak terima.

"Kenapa di buang ibu?," tanya seorang mahasiswa.

Mahasiswa lain turut emosi dan menanyakan hal serupa.

Kondisi semakin memanas, bahkan membuat seorang mahasiswa tampak menggebrak meja.

Mahasiswa dengan lantang mempertanyakan keberadaan dosennya.

Mereka merasa kesulitan untuk melakukan bimbingan skripsi.

"Dimana ibuk satu minggu?" 

"Jangan dipersulit mahasiswa," ujar mahasiswa.

Hingga Rabu (27/8/2025), video di atas sudah ditonton lebih dari 1,8 juta kali.

Ratusan pengguna TikTok ikut meramaikan dengan berbagai komentarnya.

(TribunnewsMaker.com)(Kompas.com)(TribunSumsel)

Sumber: Kompas.com
Tags:
Imam MusliminUniversitas Islam NegeriMalang
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved