Kematian Dosen Untag
Segini Kekayaan AKBP Basuki, Cuma Punya Motor tapi Bisa Biayai Dosen Dwinanda Linchia Levi Kuliah S3
Ternyata segini jumlah kekayaan AKBP Basuki hingga sanggup biayai kuliah Dwinanda Linchia Levi, dosen Untag kuliah S3.
Editor: Delta Lidina
Adapun korban merupakan lulusan program doktoral di Fakultas Ilmu Hukum (FH) Universitas Diponegoro (Undip).
Baca juga: AKBP Basuki Bantah Hubungan Spesial, Simpati Dosen Untag Semarang Yatim Piatu: Saya Sudah Tua
Sementara, biaya S3 di Fakultas Ilmu Hukum Undip mencapai Rp10 juta ke atas per semesternya. Itupun hanya untuk biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
Mengutip dari laman Undip, ada dua tipe kelas untuk program doktoral di FH Undip yakni by course dan by research.
Untuk kelas by course, SPP yang harus dibayarkan tiap semesternya sebesar Rp12,5 juta. Lalu biaya Iuran Pengembangan Institusi (IPI) sebesar Rp15 juta yang dibayarkan hanya sekali di awal masa perkuliahan.
Selain itu, adapula biaya matrikulasi sebesar Rp4,5 juta dan dibayarkan satu kali di awal masa perkuliahan.
Sedangkan untuk kelas by research, biaya yang harus dibayarkan yakni SPP Rp17,5 juta, IPI Rp20 juta, dan matrikulasi Rp4,5 juta.
Jika DLL mengambil kelas by course, maka total biaya yang harus ditanggung AKBP B hingga studi perempuan asal Banyumas, Jawa Tengah, itu rampung diperkirakan mencapai Rp119,5 juta.
Sementara, ketika DLL mengambil kelas by research, maka biaya yang dibayarkan AKBP B semakin mahal yakni diasumsikan mencapai Rp164,5 juta.
Baca juga: Fakta AKBP Basuki, Seatap dengan Dosen Untag yang Tewas Tanpa Busana, Bukan Pasutri, Ditahan 20 Hari
Adapun hitungan di atas berdasarkan lama masa studi doktoral DLL yang mencapai empat tahun yakni dari 2015-2019.
Sedangkan, biaya studi di atas mengacu pada biaya pada tahun ajaran 2024/2025. Sehingga, bisa diasumsikan biaya yang ditanggung oleh AKBP B bisa lebih besar atau lebih kecil.
Pengakuan AKBP B
Sebelumnnya, dalam pengakuan AKBP B yang dikutip Tribunnewsbogor.com, Rabu (19/11/2025) ia menjelaskan bahwa dirinya mendampingi DLL karena kondisi kesehatan korban menurun sejak sehari sebelumnya.
AKBP B menyebut DLL memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan kadar gula yang naik turun, bahkan sempat muntah-muntah pada Minggu sore.
Ia pun mengaku sempat mengantarkan korban ke rumah sakit.
"Saya antar ke rumah sakit dulu. Terakhir saya lihat, dia masih pakai kaus biru kuning dan celana training,” kata B.
AKBP B menegaskan tidak ada hubungan asmara dengan korban.
Ia pun mengaku terkejut ketika menemukan DLL tergeletak tanpa busana keesokan hari.
Ia hanya mengenal korban karena rasa simpati sejak orang tua DLL meninggal, bahkan sempat membiayai proses wisuda doktor.
"Saya sudah tua. Tidak ada hubungan seperti yang orang pikirkan,” katanya. (TribunNewsmaker/TribunSumsel)
Sumber: Tribunnewsmaker.com
| Fakta Baru Kasus Dosen Untag Semarang Tewas, AKBP Basuki Tersangka, Hasil Autopsi Masih Misteri |
|
|---|
| Ada Unsur Pidana, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Kematian Levi Dosen Untag, Nasib AKBP Basuki |
|
|---|
| Reaksi Istri soal AKBP Basuki Masukkan Nama Levi Dosen Untag ke KK, Kuak Fakta: Puncak Pelanggaran |
|
|---|
| Levi Dosen Untag Yatim Piatu, AKBP Basuki Kasihan hingga Masukkan ke KK, Akui Berhubungan Badan |
|
|---|
| Lihat Dosen Levi Sesak Napas, AKBP Basuki Malah Cuek Langsung Tidur, Paginya Kaget Sudah Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/AKBP-Basuki-dan-Dwinanda-Levi.jpg)