Seputar Solo Raya
Pengakuan Tim Wanadri Usai Temukan Jasad Pendaki Yazid di Bukit Mongkrang: Terapkan Metode Pelacakan
Jasad Yazid Ditemukan di Bukit Mongkrang, Tim SAR Wanadri Gunakan Metode Pelacakan Khusus
Editor: Eri Ariyanto
Selepas ditutup, Wanadri berusaha melanjutkan pencarian secara mandiri yang resmi dimulai pada Sabtu (7/2/2026).
Sugiarto sendiri bergabung di tim pada Senin (9/2/2026).
Dalam pencarian mandiri ini Wanadri dibantu SAR dari Surabaya.
"Total, ada 11 orang dalam tim kami," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (11/2/2026).
Gunakan metode tracking mode
Tim SAR Wanadri menggunakan tracking mode saat mencari pendaki Yazid.(Dok Wanadri)
Dalam SAR lanjutan ini Wanadri menerapkan metode pelacakan atau tracking mode dalam upaya pencariannya.
Mereka juga menerapkan flying camp untuk mempermudah pencarian. Jadi dengan metode ini, tim tidak perlu naik-turun gunung setiap hari yang berpotensi menguras energi sehingga pencarian tak bisa maksimal.
"Kami ada grup WA untuk menganalisis kondisi lapangan. Di situ kami saling kasih masukan selepas mendeteksi kemungkinan-kemungkinan lintasan subjek ke arah mana saja," ujarnya.
Kemungkinan-kemungkinan ini dipelajari lewat data subjek, kronologi pendakian hingga dinyatakan hilang, juga psikologi korban seperti perilaku dan tujuan subjek ke Mongkrang.
"Kemudian data itu kami masukkan ke dalam peta topografi, dan akhirnya kami bisa mendapatkan kemungkinan-kemungkinan lintasan yang dilalui subjek," sambung Sugi.
Selepas itu, pada Selasa pagi, mereka melakukan penyusuran kembali, dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.
Area kali itu adalah aliran sungai yang dilalui pipa-pipa air penduduk. Mereka menyusuri sungai dari arah bawah menuju atas.
"Saya di posisi ketiga waktu itu. Selepas 54 menit berjalan, orang paling depan mencium bau busuk," ujar Sugi.
Tak lama kemudian, subjek pun ditemukan. Tepat satu meter di depan personel pertama yang menyusuri sungai.
Menurut Sugi, kondisi korban ada di pinggir sungai, tertutup pohon pisang dan beberapa rimbun pohon.
| Rekomendasi Wisata di Solo, Ada Taman Balekambang yang Buka Sampai Petang, Cocok untuk Jalan Santai |
|
|---|
| Heboh Hantavirus, Dinkes Boyolali Kini Ingatkan Bahaya Penularan dari Tikus, Ungkap Cara Mencegah |
|
|---|
| 4 Hotel Favorit Dekat Kemuning Sky Hills Karanganyar, Termasuk Sun Garden & Putri Duyung Guest House |
|
|---|
| 5 Tempat Makan Keluarga Favorit di Sragen Jateng, Termasuk Cengkir Klopo Cafe dan Ragil Resto |
|
|---|
| Wisata Umbul Hidden Gem Klaten, Air Dijamin Jernih Luar Biasa, Jarak Hanya 1 Jam dari Kota Solo |
|
|---|