Breaking News:

Berita Viral

Respon Mahfud MD soal Alumni LPDP yang Hina Negara: Marah Besar, Tapi Pemerintah Harus Berbenah

Mahfud MD marah besar soal alumni LPDP hina negara, namun menegaskan pemerintah wajib berbenah.

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto

Ringkasan Berita:
  • Mahfud MD mengaku marah besar atas pernyataan alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas yang dinilai menghina negara.
  • Meski mendukung langkah blacklist, Mahfud menegaskan kritik pada pemerintah sah dan lahir dari kekecewaan publik.
  • Ia menekankan pemerintah harus berbenah agar nasionalisme tidak luntur dan kasus serupa tak terulang.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pernyataan keras Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi polemik alumni LPDP yang menghina negara kembali menyita perhatian publik.

Mahfud MD mengaku marah besar atas sikap yang dinilai tidak tahu diri, mengingat pendidikan pelaku dibiayai oleh uang rakyat.

Menurut Mahfud MD, kritik terhadap negara sah dan dilindungi demokrasi, namun hinaan yang merendahkan martabat bangsa adalah hal berbeda.

Ia menegaskan, alumni penerima beasiswa negara seharusnya memiliki etika, rasa tanggung jawab, dan kesadaran moral yang tinggi.

Kasus ini pun membuka kembali perdebatan soal pengawasan terhadap penerima beasiswa LPDP.

Mahfud MD menilai pemerintah tidak cukup hanya mengecam individu, tetapi juga perlu melakukan evaluasi.

Dikutip TribunNewsmaker.com dari barbagai sumber, berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Sosok Ayah Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP Viral, Disebut Bukan Orang Sembarangan: Financial Manager

Polemik pernyataan alumni beasiswa LPDP Dwi Sasetyaningtyas yang viral dengan narasi “cukup saya saja yang WNI, anak saya jangan” menuai respons luas, termasuk dari mantan Menko Polhukam Mahfud MD.

Mahfud MD, memberikan respons menohok ke Dwi Sasetyaningtyas (DS), yang dianggap menghina negara dengan pernyataannya tersebut.

Mahfud menegaskan bahwa meski dirinya marah besar terhadap sikap tersebut, pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap fakta pahit yang menjadi pemicu keputusasaan warga negara.

Mahfud mengaku marah saat pertama kali mendengar pernyataan tersebut.

Namun, di saat yang sama, ia juga mengajak pemerintah untuk melakukan introspeksi atas kondisi yang memicu kekecewaan publik.

“Pertama ketika saya mendengar itu, saya ikut marah tentu saja sebagai warga negara Indonesia. Dia mencicipi nikmatnya Indonesia sesudah merdeka, bisa sekolah juga karena Indonesia, lalu melecehkan Indonesia di depan publik dengan begitu parah. Itu menyakitkan bagi kita,” kata Mahfud dalam video di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (24/2/2026) malam.

Ia menegaskan, pernyataan tersebut bertentangan dengan prinsip yang selama ini ia gaungkan: jangan pernah lelah mencintai Indonesia.

“Ini tampaknya lelah. Padahal saya selalu mengatakan jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” ujarnya.

VIRAL PENERIMA LPDP - Tangkap layar video Dwi Sasetyaningtyas (kiri) yang menyebut tak ingin anaknya jadi WNI (kanan) Logo beasiswa LPDP.
VIRAL PENERIMA LPDP - Tangkap layar video Dwi Sasetyaningtyas (kiri) yang menyebut tak ingin anaknya jadi WNI (kanan) Logo beasiswa LPDP. (Instagram/@sasetyaningtyas)

Marah, Tapi Paham Akar Kekecewaan

Halaman 1/3
Tags:
Mahfud MDLPDPnegaraDwi Sasetyaningtyas
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved