Berita Viral
3 Bulan Terlantar di Kamboja, Agus Hidayat Dipaksa Kerja Scam dan Disiksa, Akhirnya Bisa Pulang
Agus Hidayat, PMI asal Pangandaran, akhirnya bisa pulang setelah terlantar 3 bulan di penampungan di Kamboja tanpa biaya tiket.
Editor: Delta Lidina
Ringkasan Berita:
- Agus Hidayat, PMI asal Pangandaran, akhirnya bisa pulang setelah terlantar 3 bulan di penampungan di Kamboja tanpa biaya tiket.
- Ia mengaku ditipu agen, dipaksa kerja scam, tidak digaji, bahkan mengalami tekanan dan kekerasan.
- Kepulangan difasilitasi pemerintah: tiket dari Disnaker, penjemputan oleh Pemdes Pamotan hingga dari bandara ke kampung halaman.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Perjalanan panjang dan penuh tekanan akhirnya menemui titik terang bagi Agus Hidayat (37), pekerja migran asal Pangandaran yang sempat terlantar di Kamboja selama berbulan-bulan.
Setelah menunggu tanpa kepastian di penampungan, ia kini bersiap kembali ke Indonesia. Agus bahkan telah berada di bandara di Kamboja, menanti kepastian kepulangan.
"Ini saya sudah berada di sekitar Bandara. Lagi nunggu tiketnya," ucap Agus.
Kepulangannya menjadi hasil dari respons cepat berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Tiket pesawat yang akan membawanya pulang difasilitasi oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pangandaran.
Sementara itu, pemerintah desa tempat tinggalnya turut memastikan Agus bisa kembali hingga ke kampung halaman.
"Insyaallah, kami juga dari pemerintah desa menugaskan sopir mobil untuk menjemput ke Bandara Sukarno Hatta," ujar Kepala Desa Pamotan, Andi Suwandi.
Biaya penjemputan dari bandara hingga ke desa juga ditanggung oleh pemerintah desa, menunjukkan adanya koordinasi untuk memastikan Agus benar-benar pulang dengan aman.
Terlantar Tiga Bulan di Penampungan
Sebelum kabar kepulangan ini muncul, Agus sempat berada dalam kondisi sulit di Kamboja.
Ia mengaku sudah berada di penampungan selama sekitar tiga bulan tanpa kejelasan nasib. Kondisi tersebut membuatnya akhirnya meminta bantuan ke pemerintah.
"Pak, saya warga Pangandaran Kalipucang minta bantuan ingin pulang ke kampung. Tidak punya uang untuk beli tiket. Saya di Kamboja karena agen tidak bertanggung jawab," tulis Agus dalam pesannya.
Meski sempat mendapat tawaran tiket subsidi, Agus tetap tidak mampu membayar, sehingga kepulangannya terus tertunda.
Ia juga telah melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Namun, bantuan yang diberikan saat itu masih terbatas pada pengurusan dokumen.
"Saya sudah lapor ke KBRI, tapi hanya dibantu pengurusan paspor dan visa. Untuk tiket pulang harus beli sendiri, makanya saya masih di penampungan," ucapnya.
Dipaksa Kerja dan Tak Digaji
Di balik keterlantarannya, Agus mengungkap pengalaman pahit selama bekerja di Kamboja.
Awalnya, ia dijanjikan pekerjaan sebagai marketing dengan gaji mencapai Rp 16 juta per bulan. Namun kenyataannya jauh berbeda.
Sumber: Tribun Jabar
| Komisi XIII DPR RI Sentil Keras BPIP, Sebut Lembaga Negara Masak Kalah Eksis dengan Ormas PP |
|
|---|
| Drama Bujuk Rayu Tim SAR Gagalkan Remaja 17 Tahun yang Siap Terjun dari Tower Telkomsel di Kolaka |
|
|---|
| Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2026 Triwulan 2, Kata Mensos Gus Ipul Paling Lama Akhir Bulan |
|
|---|
| Hore! Bansos PKH dan BPNT 2026 Cair Bulan Ini, Begini Cara Cek Daftar Penerima Terbaru Secara Online |
|
|---|
| 3 Oknum TNI yang Bunuh Kacab Bank BUMN Masih Berjuang Agar Dibebaskan, Sebut Tak Sesuai Fakta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Agus-Hidayat-disiksa-di-Kamboja.jpg)