Breaking News:

Berita Viral

Pemerintah Berencana Subsidi Plastik, Harga Terbaru Tembus 70 Persen Imbas Krisis Perang Iran-AS

Kementerian Perdagangan tengah mengkaji skema rencana pemberian subsidi bagi industri plastik di tengah tekanan global yang kian meningkat.

Editor: Candra Isriadhi
KOMPAS.com/SHINTA DWI AYU
PERANG IRAN AS - Harga plastik di Pasar Bukit Duri, Jakarta Selatan, mengalami kenaikan. 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian Perdagangan sedang mengkaji rencana subsidi untuk industri plastik akibat dampak kondisi geopolitik global yang mendorong kenaikan harga bahan baku.
  • Harga plastik di pasar domestik naik signifikan, sekitar 30–70 persen, dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
  • Pemerintah belum memiliki solusi konkret, namun telah mulai membahas opsi subsidi sebagai langkah untuk menekan dampak kenaikan harga terhadap industri.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kementerian Perdagangan tengah mengkaji skema rencana pemberian subsidi bagi industri plastik di tengah tekanan global yang kian meningkat.

Langkah ini muncul sebagai respons atas kondisi geopolitik dunia yang berdampak langsung pada lonjakan harga bahan baku.

Sejumlah pelaku industri mengeluhkan kenaikan harga plastik di pasar domestik yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

HARGA PLASTIK - Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri di Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (28/4/2026).
HARGA PLASTIK - Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri di Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (28/4/2026). (KOMPAS.com/IZZATUN NAJIBAH)

Tercatat, harga plastik mengalami lonjakan sekitar 30 hingga 70 persen.

Kenaikan ini dipicu oleh penyesuaian harga minyak dunia yang terus merangkak naik, imbas dari konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut dinilai memberi tekanan serius terhadap rantai produksi dalam negeri, khususnya bagi sektor yang bergantung pada bahan baku plastik.

Pemerintah pun mulai mempertimbangkan langkah intervensi untuk menjaga stabilitas industri.

Baca juga: Pernyataan Mengejutkan Pengacara, Nadiem Dipaksa Hadiri Sidang Meski Sakit, Jaksa Tegas Membantah

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pemerintah belum memiliki solusi konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Pemerintah belum punya solusi konkret terkait masalah ini,” ujarnya.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa pembahasan terkait rencana subsidi untuk industri plastik sudah mulai dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi salah satu opsi untuk meredam dampak kenaikan harga bahan baku di tengah gejolak global yang masih berlangsung.

Ke depan, pemerintah disebut akan terus memantau perkembangan situasi global serta mencari formulasi kebijakan yang tepat agar industri dalam negeri tetap bertahan dan tidak terdampak lebih dalam.

HARGA NAIK. Toko plastik di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (2/4/2026). Dampak perang, kini harga plastik ikut naik.
HARGA NAIK. Toko plastik di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (2/4/2026). Dampak perang, kini harga plastik ikut naik. ((Ist)/via TribunSolo)

“Terkait harga, pemerintah akan terus berupaya mencarikan solusi terbaik. Pada prinsipnya, harga plastik sangat bergantung pada bahan baku. Beberapa waktu lalu, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tengah membahas kemungkinan pemberian skema subsidi untuk industri plastik,” kata Roro di Surabaya, Selasa (28/4/2026).

Rencana subsidi untuk industri plastik dinilai akan membantu penurunan harga di pasaran dalam jangka pendek.

Baca juga: Gencatan Senjata dengan AS Segera Berakhir! Iran Siapkan Kejutan Besar di Medan Perang

Sementara untuk solusi jangka panjang, pemerintah akan mencari alternatif bahan baku lain selain minyak bumi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
harga plastik naikkrisis globalharga bbm naik
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved