Breaking News:

Berita Viral

Warga Bekasi Timur Tak Terima Disebut Ada Ormas Kuasai Perlintasan Kereta Api: 'Ini Relawan Warga'

Penjaga pelintasan sebidang Ampera Bekasi Timur, akhirnya angkat bicara terkait isu yang beredar di medsos.

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi
KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA
TABRAKAN KERETA - Petugas berusaha memindahkan gerbong kereta yang hancur akibat KRL Commuter Line ditabrak oleh kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). 

Erfan menambahkan, tantangan terbesar di lapangan justru datang dari pengguna jalan yang sulit diatur.

Ia juga mengungkapkan, sebelumnya pengawasan di pelintasan tersebut sangat minim.

KECELAKAAN KERETA API - Proses evakuasi penumpang KRL Commuter Line di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, pascainsiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL relasi Bekasi-Jakarta.
KECELAKAAN KERETA API - Proses evakuasi penumpang KRL Commuter Line di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, pascainsiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL relasi Bekasi-Jakarta. (Dok./KAI)

Para penjaga hanya mengandalkan sistem relawan dengan jumlah terbatas, bahkan tanpa kehadiran petugas resmi.

“Dulu enggak ada petugas resmi, enggak ada Dishub. Cuma relawan saja. Pergantian penjaga bisa sampai 10 kali sehari,” jelasnya.

Sementara itu, Haidar (30), penjaga lainnya, mengatakan pelintasan dijaga selama 24 jam karena tingginya aktivitas kendaraan setiap hari.

Meski demikian, ia menilai pemasangan palang besi yang baru justru menimbulkan tantangan tersendiri.

“Kalau menurut saya malah kurang aman, soalnya sirkulasi kendaraannya tinggi, tapi palangnya jadi sempit. Dulu kan jalan lebar, enak. Pakai bambu saja sudah aman,” ujarnya.

Haidar yang telah bekerja hampir delapan tahun berharap pelintasan tersebut tidak ditutup total.

Selain menjadi akses penting bagi warga, lokasi itu juga menjadi sumber penghasilan bagi para penjaga.

Ia menambahkan, tanpa penjagaan, kondisi di pelintasan akan jauh lebih sulit dikendalikan.

“Kalau enggak ada yang jaga, susah diaturnya. Banyak yang maunya nerobos,” tuturnya.

Sebagai informasi, pelintasan sebidang Ampera mulai dibenahi setelah kecelakaan beruntun yang melibatkan taksi Green SM dengan KRL Cikarang–Jakarta serta tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Jakarta–Cikarang pada Senin (27/4/2026) malam.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, sejumlah perubahan kini terlihat di pelintasan yang telah beroperasi sejak 1980-an tersebut.

Palang pelintasan sementara berbahan besi telah dipasang di kedua sisi rel, menggantikan sistem lama yang hanya menggunakan bambu.

Selain itu, papan peringatan bertuliskan “awas kereta api” juga terpasang untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Tags:
kecelakaan krlKRLBekasi Timur
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved