Berita Viral
Warga Bekasi Timur Tak Terima Disebut Ada Ormas Kuasai Perlintasan Kereta Api: 'Ini Relawan Warga'
Penjaga pelintasan sebidang Ampera Bekasi Timur, akhirnya angkat bicara terkait isu yang beredar di medsos.
Editor: Candra Isriadhi
Erfan menambahkan, tantangan terbesar di lapangan justru datang dari pengguna jalan yang sulit diatur.
Ia juga mengungkapkan, sebelumnya pengawasan di pelintasan tersebut sangat minim.
Para penjaga hanya mengandalkan sistem relawan dengan jumlah terbatas, bahkan tanpa kehadiran petugas resmi.
“Dulu enggak ada petugas resmi, enggak ada Dishub. Cuma relawan saja. Pergantian penjaga bisa sampai 10 kali sehari,” jelasnya.
Sementara itu, Haidar (30), penjaga lainnya, mengatakan pelintasan dijaga selama 24 jam karena tingginya aktivitas kendaraan setiap hari.
Meski demikian, ia menilai pemasangan palang besi yang baru justru menimbulkan tantangan tersendiri.
“Kalau menurut saya malah kurang aman, soalnya sirkulasi kendaraannya tinggi, tapi palangnya jadi sempit. Dulu kan jalan lebar, enak. Pakai bambu saja sudah aman,” ujarnya.
Haidar yang telah bekerja hampir delapan tahun berharap pelintasan tersebut tidak ditutup total.
Selain menjadi akses penting bagi warga, lokasi itu juga menjadi sumber penghasilan bagi para penjaga.
Ia menambahkan, tanpa penjagaan, kondisi di pelintasan akan jauh lebih sulit dikendalikan.
“Kalau enggak ada yang jaga, susah diaturnya. Banyak yang maunya nerobos,” tuturnya.
Sebagai informasi, pelintasan sebidang Ampera mulai dibenahi setelah kecelakaan beruntun yang melibatkan taksi Green SM dengan KRL Cikarang–Jakarta serta tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Jakarta–Cikarang pada Senin (27/4/2026) malam.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, sejumlah perubahan kini terlihat di pelintasan yang telah beroperasi sejak 1980-an tersebut.
Palang pelintasan sementara berbahan besi telah dipasang di kedua sisi rel, menggantikan sistem lama yang hanya menggunakan bambu.
Selain itu, papan peringatan bertuliskan “awas kereta api” juga terpasang untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.
Sumber: Kompas.com
| Sosok Praka Aprianus, Prajurit TNI Anak Penjual Sayur Gugur di Papua, Ingin Bantu Ekonomi Keluarga |
|
|---|
| Gelar Puteri Indonesia Riau 2024 Jeni Rahmadial Dicabut! Ternyata Pernah Viral Kasus Perselingkuhan |
|
|---|
| Harga Perawatan di Klinik Kecantikan Ilegal Milik Eks Puteri Indonesia Asal Riau 2024: Belasan Juta |
|
|---|
| Sosok Entin, Penjual Kangkung di Subang Kini Bisa Berangkat Haji Setelah Menabung Puluhan Tahun |
|
|---|
| Mantan Gubernur Lampung Minta Tak Ditahan Atas Dugaan Korupsi, Istri Jamin Suami Tak Akan Kabur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Petugas-berusaha-memindahkan-gerbong-kereta-yang-hancur-akibat-KRL.jpg)