Breaking News:

Seputar Solo Raya

Imbas Kasus Keracunan Menu MBG di Klaten, 5 Dapur SPPG Ditutup, Korwil BGN Janji Akan Evaluasi

Lima Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Klaten ditutup imbas kasus keracunan menu MBG.

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi
Dok./Kementerian PPN/Bappenas
DAPUR MBG - Ilustrasi Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) di daerah. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak lima Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) di Klaten dihentikan sementara operasionalnya usai adanya kejadian menonjol yang menjadi bahan evaluasi.
  • Yoga Angga Pratama menyebut penghentian operasional berlaku hingga proses evaluasi selesai dan hasilnya akan menentukan kapan SPPG bisa kembali beroperasi.
  • Badan Gizi Nasional menegaskan SPPG hanya dapat kembali berjalan jika sudah memenuhi seluruh persyaratan yang diminta.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Lima Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Klaten untuk sementara waktu dihentikan operasionalnya usai muncul kejadian menonjol yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi.

Penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai langkah evaluasi menyeluruh agar operasional SPPG ke depan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Kebijakan itu disampaikan langsung oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional Klaten, Yoga Angga Pratama, usai rapat evaluasi MBG di Kabupaten Klaten, Kamis (7/5/2026).

DUGAAN KERACUNAN - Sebanyak 225 siswa dan belasan guru dilaporkan mengalami gejala usai menyantap menu MBG, konsumsi MBG di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Rabu (29/4/2026). Sebanyak 225 siswa dan belasan guru dilaporkan mengalami gejala usai menyantap menu MBG, Kini operasional 5 SPPG disetop sementara.
DUGAAN KERACUNAN - Sebanyak 225 siswa dan belasan guru dilaporkan mengalami gejala usai menyantap menu MBG, konsumsi MBG di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Rabu (29/4/2026). Sebanyak 225 siswa dan belasan guru dilaporkan mengalami gejala usai menyantap menu MBG, Kini operasional 5 SPPG disetop sementara. (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Menurut Yoga, terdapat lima SPPG yang saat ini terkena suspend atau penghentian sementara operasional.

"SPPG yang terkena suspen sejumlah 5 SPPG, hari ini akan kami evaluasi melalui kepala SPPG," ujarnya.

Ia menjelaskan, penghentian operasional itu akan tetap berlaku hingga proses evaluasi selesai dilakukan.

Hasil evaluasi nantinya akan menjadi penentu apakah kelima SPPG tersebut dapat kembali menjalankan aktivitasnya atau belum.

Baca juga: Motif Pembunuhan Ustazah di Banjarbaru Terungkap, Pelaku Kepepet Kebutuhan, Sempat Pinjam Uang

"Yang nantinya hasil evaluasi ini menentukan, kapan mereka bisa operasional kembali," jelasnya.

Langkah evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh SPPG memenuhi standar dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi di daerah.

Yoga menegaskan, penghentian sementara bukan berarti operasional ditutup permanen.

Menurutnya, SPPG yang terkena suspend masih memiliki kesempatan untuk kembali beroperasi apabila mampu memenuhi seluruh syarat yang diminta.

SPPG DI KLATEN - Pekerja dapur SPPG Wiro Bayat, Senin (17/11/2025) menyiapkan lauk, sayur, buah, dan nasi untuk penerima manfaat program MBG.
SPPG DI KLATEN - Pekerja dapur SPPG Wiro Bayat, Senin (17/11/2025) menyiapkan lauk, sayur, buah, dan nasi untuk penerima manfaat program MBG. (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

"Apabila mereka apabila SPPG yang terkena suspen melaksanakan apa yang kita minta seperti persyaratan-persyaratan yang kita minta, maka SPPG boleh beroperasional kembali," kata Yoga.
Namun sebaliknya, apabila hasil evaluasi menunjukkan masih ada persyaratan yang belum dipenuhi, maka operasional belum akan diizinkan kembali.

"Akan tetapi apabila nanti belum bisa memenuhi persyaratan yang kami minta, maka tidak akan kami operasionalkan terlebih dahulu," imbuhnya.

Keputusan penghentian sementara lima SPPG tersebut pun menjadi perhatian, mengingat program pemenuhan gizi merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung kesehatan dan kebutuhan gizi masyarakat.

Saat ini pihak terkait masih terus melakukan evaluasi terhadap masing-masing SPPG guna memastikan pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai standar dan aman untuk dijalankan kembali.

Baca juga: Ahmad Dhani Bereaksi Keras saat El Rumi Usul Dul Jaelani Nikah di KUA: Saya Bapaknya, Terserah Saya

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Tags:
dapur mbgkeracunan mbg bandung baratmenu mbgkeracunan mbgkeracunan menu mbgMBGKlaten
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved