Seputar Solo Raya
Imbas Kasus Keracunan Menu MBG di Klaten, 5 Dapur SPPG Ditutup, Korwil BGN Janji Akan Evaluasi
Lima Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Klaten ditutup imbas kasus keracunan menu MBG.
Editor: Candra Isriadhi
Ringkasan Berita:
- Sebanyak lima Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) di Klaten dihentikan sementara operasionalnya usai adanya kejadian menonjol yang menjadi bahan evaluasi.
- Yoga Angga Pratama menyebut penghentian operasional berlaku hingga proses evaluasi selesai dan hasilnya akan menentukan kapan SPPG bisa kembali beroperasi.
- Badan Gizi Nasional menegaskan SPPG hanya dapat kembali berjalan jika sudah memenuhi seluruh persyaratan yang diminta.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Lima Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Klaten untuk sementara waktu dihentikan operasionalnya usai muncul kejadian menonjol yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi.
Penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai langkah evaluasi menyeluruh agar operasional SPPG ke depan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Kebijakan itu disampaikan langsung oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional Klaten, Yoga Angga Pratama, usai rapat evaluasi MBG di Kabupaten Klaten, Kamis (7/5/2026).
Menurut Yoga, terdapat lima SPPG yang saat ini terkena suspend atau penghentian sementara operasional.
"SPPG yang terkena suspen sejumlah 5 SPPG, hari ini akan kami evaluasi melalui kepala SPPG," ujarnya.
Ia menjelaskan, penghentian operasional itu akan tetap berlaku hingga proses evaluasi selesai dilakukan.
Hasil evaluasi nantinya akan menjadi penentu apakah kelima SPPG tersebut dapat kembali menjalankan aktivitasnya atau belum.
Baca juga: Motif Pembunuhan Ustazah di Banjarbaru Terungkap, Pelaku Kepepet Kebutuhan, Sempat Pinjam Uang
"Yang nantinya hasil evaluasi ini menentukan, kapan mereka bisa operasional kembali," jelasnya.
Langkah evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh SPPG memenuhi standar dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi di daerah.
Yoga menegaskan, penghentian sementara bukan berarti operasional ditutup permanen.
Menurutnya, SPPG yang terkena suspend masih memiliki kesempatan untuk kembali beroperasi apabila mampu memenuhi seluruh syarat yang diminta.
"Apabila mereka apabila SPPG yang terkena suspen melaksanakan apa yang kita minta seperti persyaratan-persyaratan yang kita minta, maka SPPG boleh beroperasional kembali," kata Yoga.
Namun sebaliknya, apabila hasil evaluasi menunjukkan masih ada persyaratan yang belum dipenuhi, maka operasional belum akan diizinkan kembali.
"Akan tetapi apabila nanti belum bisa memenuhi persyaratan yang kami minta, maka tidak akan kami operasionalkan terlebih dahulu," imbuhnya.
Keputusan penghentian sementara lima SPPG tersebut pun menjadi perhatian, mengingat program pemenuhan gizi merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung kesehatan dan kebutuhan gizi masyarakat.
Saat ini pihak terkait masih terus melakukan evaluasi terhadap masing-masing SPPG guna memastikan pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai standar dan aman untuk dijalankan kembali.
Baca juga: Ahmad Dhani Bereaksi Keras saat El Rumi Usul Dul Jaelani Nikah di KUA: Saya Bapaknya, Terserah Saya
Sumber: Tribun Solo
| 5 Kafe Estetik dengan Konsep Rumah Kaca di Karanganyar, Nongkrong Santai dengan Keluarga / Teman |
|
|---|
| Sriwedari Solo Bakal Dipercantik, Akan Dibangun Sejumlah Proyek Strategis, Taman hingga Kuliner |
|
|---|
| Terungkap Penyebab Keracunan MBG di Klaten Dipicu Adanya Bakteri di Kuah Timlo, Dinkes Gerak Cepat |
|
|---|
| Terbongkar! Mafia Solar Subsidi di Klaten Raup Rp 200 Juta per Bulan, Modusnya Bikin Kaget |
|
|---|
| Proyek Revitalisasi Kawasan Sriwedari Solo, Ada Taman Difabel hingga Perbaikan Gedung Wayang Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Ilustrasi-Satuan-Penyelenggara-Program-Gizi-SPPG-atau-dapur-mbg.jpg)