Berita Viral
Pengakuan Santriwati di Pekalongan Melahirkan Tapi Tak Pernah Berhubungan, Ayah Ikhlas: Ini Takdir
Pengakuan santriwati di Pekalongan melahirkan tapi tak pernah berhubungan, ayah ikhlas: ini takdir.
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Ringkasan Berita:
- Seorang santriwati berinisial F (22) melahirkan bayi laki-laki di tengah kondisi yang masih menyisakan banyak tanda tanya.
- Keluarga menyebut F tidak pernah diketahui memiliki hubungan dengan laki-laki.
- Kabar mengejutkan itu membuat suasana keluarga korban disebut masih dipenuhi tekanan psikologis.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Warga Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan digemparkan dengan kisah seorang santriwati berinisial F (22) yang melahirkan bayi laki-laki di tengah kondisi yang masih menyisakan banyak tanda tanya.
Peristiwa tersebut menjadi perbincangan luas setelah keluarga menyebut F tidak pernah diketahui memiliki hubungan dengan laki-laki.
Kabar mengejutkan itu membuat suasana keluarga korban disebut masih dipenuhi tekanan psikologis dan rasa terpukul yang mendalam.
Pihak kepolisian kini turun tangan dengan memberikan pendampingan khusus kepada F dan keluarganya untuk membantu memulihkan kondisi mental mereka.
Polres Pekalongan memilih mengedepankan pendekatan humanis karena kondisi emosional keluarga dinilai masih sangat rentan.
Kasi Humas Polres Pekalongan, Warsito, membenarkan bahwa F merupakan warga Karangdadap yang sebelumnya pernah mondok di Pondok Pesantren PA, Kecamatan Buaran.
Guna membantu penanganan pascakejadian, pihak kepolisian juga berupaya memberikan bantuan psikososial kepada keluarga korban.
"Upaya dari kita, terkait dengan psikososial," kata Ipda Warsito, melansir dari Kompas.com.
Tim trauma healing dari Polres Pekalongan bahkan sudah diterjunkan langsung ke lokasi untuk melakukan pendampingan.
Namun upaya tersebut belum berjalan maksimal lantaran keluarga korban masih memilih menutup diri dari lingkungan sekitar.
"Tim trauma healing dari Polres Pekalongan juga kita sudah coba masukkan ke sana. Namun karena ada rasa menutup diri itu kita susah untuk menembus ke keluarganya itu," ujar Warsito.
Baca juga: Biadab! Guru Ponpes Mantan Korban Pencabulan Malah Balas Dendam Lampiaskan Aksi Bejat ke Santriwati
Meski menghadapi hambatan komunikasi, polisi mengaku memahami kondisi psikologis keluarga yang masih terguncang akibat peristiwa tersebut.
Petugas pun berusaha tetap menghormati privasi korban dan keluarganya agar situasi tidak semakin membebani mental mereka.
"Kita memaklumi yang tersebut karena psikologisnya kan masih terguncang dan lain sebagainya. Kita juga menghormati hak-hak daripada si korban itu sendiri," tutur Warsito.
Diketahui, kehamilan F pertama kali terungkap pada September 2025 setelah dirinya tidak lagi mengalami datang bulan.