Berita Viral
Pengakuan Santriwati di Pekalongan Melahirkan Tapi Tak Pernah Berhubungan, Ayah Ikhlas: Ini Takdir
Pengakuan santriwati di Pekalongan melahirkan tapi tak pernah berhubungan, ayah ikhlas: ini takdir.
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut akhirnya berujung pada proses persalinan yang berlangsung di Klinik Imamah, Kecamatan Doro.
F kemudian melahirkan seorang bayi laki-laki yang kini sudah tidak berada bersama keluarganya di Karangdadap.
Bayi tersebut dilaporkan telah diadopsi oleh sebuah keluarga yang tinggal di wilayah Banjarnegara, sementara keluarga F masih berusaha memulihkan diri dari tekanan besar yang mereka hadapi.
Baca juga: Kiai Cabul di Pati Minta Santriwati Temani Tidur, Modus untuk Hilangkan Penyakit, Dipukul Jika Nolak
Alami Mimpi Aneh
Sejak awal, keluarga memilih pasrah dan tidak berniat mencari tahu siapa pria yang harus bertanggung jawab.
Sepengetahuan keluarga, F tidak memiliki teman dekat pria atau pacar.
"Kami sekeluarga ikhlas menerima kejadian ini dan mengembalikan semuanya kepada kuasa Allah. Kalau kami harus menuntut, kepada siapa? Pacar saja dia tidak punya," kata S.
Di samping itu, F mengaku sama sekali tidak pernah melakukan kontak fisik dengan laki-laki manapun.
Pihak keluarga meyakini peristiwa ini berkaitan erat dengan rangkaian mimpi yang dialami F.
“Putri kami berinisial F mengaku sama sekali tidak melakukan hubungan dengan siapapun. Ini adalah kehendak dan takdir Allah semata,” ungkap S.
Menurut cerita S, F sudah sering mengalami mimpi yang tidak biasa secara berulang sejak ia masih tinggal di pondok pesantren hingga kembali ke rumah.
“Awalnya ia sering bermimpi, baik saat masih di pondok pesantren maupun saat berada di rumah," katanya.
S menceritakan mimpi mengenai kehamilan itu terus dialami oleh putrinya hingga hari persalinan tiba.
"Sebelum diketahui hamil pun ia sudah sering bermimpi demikian, dan selama masa kehamilan berlangsung, ia hanya mengalami hal-hal berupa mimpi-mimpi saja,” tutur S.
(Tribunnewsmaker.com/ TribunnewsBogor/ Tsaniyah)