Berita Viral
Curhat Santri Jadi Korban Perundungan di Ponpes, Luka Bakar 80 Persen, Dibakar di Ruang Terkunci
Curhat santri jadi korban perundungan di Ponpes, luka bakar 80 persen, dibakar di ruang terkunci.
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Ringkasan Berita:
- Seorang santri berusia 13 tahun dari Pondok Pesantren Rusydah di Desa Mantang, Kabupaten Lombok Tengah mengalami luka bakar parah.
- Peristiwa memilukan tersebut diduga terjadi di lingkungan pondok pesantren dan menyeret nama seorang kakak kelas sebagai terduga pelaku.
- Sahid menceritakan detik-detik menegangkan ketika dirinya bersama dua teman lain berada di dalam ruangan yang mendadak berubah menjadi jebakan maut.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Suasana duka dan keprihatinan menyelimuti keluarga Sahid Al Hudri, seorang santri berusia 13 tahun dari Pondok Pesantren Rusydah di Desa Mantang, Kabupaten Lombok Tengah.
Remaja yang seharusnya menimba ilmu dengan tenang itu kini harus menjalani hari-hari penuh penderitaan akibat luka bakar parah yang diduga terjadi karena aksi perundungan.
Tubuh Sahid mengalami luka bakar hingga sekitar 80 persen, membuat kondisinya menjadi perhatian banyak pihak.
Peristiwa memilukan tersebut diduga terjadi di lingkungan pondok pesantren dan menyeret nama seorang kakak kelas sebagai terduga pelaku.
Saat ditemui, Sahid tampak duduk dengan wajah murung sambil menahan rasa sakit yang masih membekas di sekujur tubuhnya.
Luka-luka yang dialaminya terlihat ditutupi kain, menjadi saksi bisu dari kejadian yang mengubah hidupnya dalam sekejap.
Berdasarkan penuturannya, insiden itu bermula ketika dirinya bersama beberapa teman diminta masuk ke dalam sebuah ruangan pada siang hari.
Di dalam ruangan tersebut, seorang kakak kelas disebut telah menyiapkan bensin sebelum peristiwa mengerikan itu terjadi.
Baca juga: Kronologi 3 Santri Ponpes di Lombok Tengah Diduga Dibakar Senior, 1 Tewas, Luka Serius Sekujur Tubuh
Saat ditanya apakah kejadian tersebut hanya permainan yang berujung petaka, Sahid membantah dengan tegas dan memberikan jawaban yang mengejutkan.
“Sengaja,” ucapnya sembari menunduk.
Pengakuan itu semakin menguatkan dugaan bahwa peristiwa yang dialaminya bukanlah kecelakaan biasa.
Sahid juga menceritakan detik-detik menegangkan ketika dirinya bersama dua teman lain berada di dalam ruangan yang mendadak berubah menjadi jebakan maut.
Menurutnya, pintu ruangan ditutup dengan keras sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri saat api mulai berkobar.
Dalam kondisi panik dan dikepung kobaran api, ketiganya disebut berusaha mencari jalan keluar namun tidak mudah karena akses telah tertutup.
“Terjebak kita bertiga, orang yang ngebakar bisa dia keluar,” kata Sahid, menggambarkan momen mencekam yang kini menjadi sorotan dan memicu desakan agar kasus tersebut diusut secara tuntas.
Baca juga: Pengasuh Pondok di Pekalongan Terjerat Pelecehan, Ponpes Ternyata Tak Berizin, Santri Ada 350 Orang