Breaking News:

Seputar Solo Raya

Emak-emak di Boyolali Teriak Usai Kenaikan BBM Pertamax, Sebut Uang Seperti Tidak Ada Nilainya 

Harga BBM non subsidi naik, warga Boyolali keluhkan pengeluaran makin membengkak: 'Uang Seperti Tidak Ada Ajine'.

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi
Dok. Pertamina
KENAIKAN HARGA BBM - Ilustrasi SPBU Pertamina. 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga BBM non subsidi mulai dirasakan warga Boyolali, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
  • Warga mengaku harus lebih ketat mengatur keuangan karena biaya hidup dan operasional usaha semakin meningkat.
  • Tini, pelaku usaha ekspedisi di Mojosongo, menilai kondisi ekonomi semakin berat dan mengatakan, "Uang seperti tidak ada ajine (nilainya), cepat habis."

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Tidak hanya dirasakan para pengendara, lonjakan harga BBM juga mulai membebani kalangan ibu rumah tangga hingga pelaku usaha kecil yang harus menghadapi meningkatnya biaya operasional sehari-hari.

Di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang juga cenderung mengalami kenaikan, masyarakat kini dituntut lebih cermat dalam mengatur pengeluaran agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.

PERTAMAX NAIK - Antrean kendaraan SPBU Tempursari Kecamatan Sambi Boyolali, Rabu (10/6/2026). Sebagian pengendara memilih Pertamax hanya karena tidak ingin menunggu terlalu lama di antrean Pertalite.
PERTAMAX NAIK - Antrean kendaraan SPBU Tempursari Kecamatan Sambi Boyolali, Rabu (10/6/2026). Sebagian pengendara memilih Pertamax hanya karena tidak ingin menunggu terlalu lama di antrean Pertalite. (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Salah satu warga yang merasakan langsung dampak kenaikan harga BBM tersebut adalah Tini (33), warga Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

Perempuan yang sehari-hari menjalankan usaha jasa ekspedisi itu mengaku harus bekerja lebih keras dalam mengelola keuangan rumah tangga sekaligus mempertahankan kelangsungan usahanya.

Menurut Tini, kenaikan harga BBM datang pada saat kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Ia menilai tekanan ekonomi sudah lebih dulu dirasakan akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berdampak pada naiknya harga berbagai kebutuhan.

Baca juga: Anggaran MBG Akan Dikurangi, Menkeu Purbaya Siap Jalankan Keputusan Presiden Purbaya: Kita Ikuti

Situasi tersebut membuat pengeluaran semakin besar, sementara daya beli masyarakat belum sepenuhnya membaik.

Tini mengaku kini harus lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang karena biaya hidup terasa semakin berat dibandingkan sebelumnya.

“Uang seperti tidak ada ajine (nilainya), cepat habis,” kata Tini saat ditemui, Kamis (11/6/2026).

Keluhan serupa juga dirasakan banyak masyarakat yang harus menyesuaikan anggaran harian akibat bertambahnya biaya transportasi dan operasional usaha.

Bagi pelaku usaha kecil yang bergantung pada kendaraan untuk menunjang aktivitas bisnis, kenaikan harga BBM dinilai dapat berdampak langsung terhadap biaya distribusi maupun layanan kepada pelanggan.

Di sisi lain, masyarakat berharap kondisi ekonomi dapat segera membaik sehingga beban pengeluaran yang terus meningkat tidak semakin menekan keuangan keluarga.

Biaya Kebutuhan dan Operasional Ikut Naik

MENGULAR - Antrean kendaraan roda dua yang hendak mengisi BBM jenis Pertalite mengular panjang di SPBU Sudimoro, Kecamatan Teras, Rabu (10/6/2026).
MENGULAR - Antrean kendaraan roda dua yang hendak mengisi BBM jenis Pertalite mengular panjang di SPBU Sudimoro, Kecamatan Teras, Rabu (10/6/2026). (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Tini mengungkapkan bahwa hampir seluruh kebutuhan harian mengalami kenaikan harga, sehingga semakin membebani pengeluaran keluarga.

Kondisi ini membuatnya harus memutar strategi agar usaha dan kebutuhan rumah tangga tetap berjalan seimbang.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Tags:
kebersihankesehatan diricabut gigiPertamaxBoyolaliharga bbm naik
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved