Seputar Solo Raya
Bendungan Kendalsari Klaten Wisata Alam Tersembunyi di Lereng Merapi, Hanya 1 Setengah Jam dari Solo
Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memiliki banyak destinasi wisata alam, salah satu adalah Bendungan Kendalsari.
Editor: Candra Isriadhi
Ringkasan Berita:
- Bendungan Kendalsari atau Karangkendal merupakan destinasi wisata alam di Kecamatan Kemalang, Klaten, yang menawarkan panorama lereng Gunung Merapi dan suasana pedesaan yang asri.
- Lokasinya berjarak sekitar 55 kilometer dari Kota Solo dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam 47 menit dengan kendaraan pribadi.
- Sebelum menjadi objek wisata, kawasan ini merupakan cekungan alami yang digunakan warga untuk menampung air dan memandikan ternak.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memiliki banyak destinasi wisata alam yang menarik untuk dijelajahi.
Salah satu yang mulai mencuri perhatian adalah Bendungan Kendalsari, atau yang juga dikenal masyarakat dengan sebutan Karangkendal.
Berada di wilayah Kecamatan Kemalang, bendungan ini menawarkan pesona alam yang masih asri dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Lokasinya yang berada di lereng Gunung Merapi membuat kawasan ini memiliki udara yang sejuk serta panorama alam yang memanjakan mata.
Dari area bendungan, pengunjung dapat menikmati pemandangan megah Gunung Merapi yang menjulang di kejauhan.
Hamparan pepohonan hijau serta suasana pedesaan yang tenang semakin menambah daya tarik destinasi wisata ini.
Baca juga: Mengenang Olivia Dewi, Model Meninggal Kecelakaan Nissan Juke, Ternyata Kakak Aktor, Ziarah ke Makam
Bendungan Kendalsari menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sambil mencari suasana relaksasi.
Keheningan kawasan tersebut membuat banyak pengunjung betah berlama-lama menikmati pemandangan.
Bagi wisatawan yang berangkat dari Kota Solo, lokasi Bendungan Kendalsari berjarak sekitar 55 kilometer.
Perjalanan menggunakan kendaraan pribadi dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam 47 menit.
Berawal dari Cekungan Alami
Sebelum dikenal sebagai destinasi wisata, kawasan Bendungan Kendalsari memiliki sejarah yang cukup panjang.
Dahulu, lokasi tersebut hanyalah sebuah cekungan alami atau larenan yang telah ada sejak lama di tengah lingkungan masyarakat setempat.
Pada masa itu, area tersebut dimanfaatkan warga sebagai tempat penampungan air.
Selain itu, masyarakat juga kerap menggunakan lokasi tersebut untuk memandikan hewan ternak.
Seiring berjalannya waktu, warga kemudian berinisiatif melakukan pengembangan sederhana dengan membendung area cekungan tersebut.
Baca juga: Sosok Mujazin Investor Dapur MBG yang Marah-marah di Kantor BGN, Mengaku Kena Tipu Rp 218 M
Upaya tersebut membuat kawasan yang awalnya berupa genangan alami berubah menjadi kolam air yang lebih besar, tertata, dan memiliki fungsi yang lebih luas.
Dari proses pengembangan itulah Bendungan Kendalsari mulai memiliki peran penting sebagai sarana penampungan air bagi masyarakat sekitar.
Keberadaannya tidak hanya menjadi sumber kehidupan bagi warga, tetapi juga berkembang menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan khas lereng Gunung Merapi.
Kini, Bendungan Kendalsari tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penampungan air, tetapi juga menjadi tempat favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Klaten dari sisi yang berbeda.
Dengan panorama hijau, udara segar, dan latar Gunung Merapi yang memukau, destinasi ini layak masuk dalam daftar kunjungan saat berwisata ke wilayah Klaten dan sekitarnya.
Perkembangan Menjadi Objek Wisata
Transformasi Bendungan Kendalsari menjadi destinasi wisata tidak lepas dari inisiatif pemerintah desa dan masyarakat.
Kawasan ini kemudian ditata menjadi ruang wisata berbasis alam tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai sumber air.
Airnya yang jernih, suasana yang tenang, serta keberadaan ikan di dalam bendungan menjadi daya tarik utama.
Wisatawan dapat menikmati suasana alam terbuka sambil bersantai di tepi air dengan latar belakang Gunung Merapi yang menjulang.
Daya Tarik Utama Bendungan Kendalsari
Daya tarik utama Bendungan Kendalsari terletak pada kombinasi keindahan alam dan suasana pedesaan yang masih alami.
Panorama Gunung Merapi menjadi latar yang sangat ikonik, terutama saat cuaca cerah.
Selain itu, air bendungan yang jernih dan keberadaan ikan di dalamnya menambah daya tarik tersendiri.
Banyak pengunjung datang hanya untuk menikmati ketenangan, berfoto, atau sekadar melepas penat dari aktivitas sehari-hari.
Aktivitas Wisata yang Bisa Dilakukan
Di kawasan Bendungan Kendalsari, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas santai maupun rekreatif.
Beberapa di antaranya adalah memberi makan burung merpati, memancing ikan, berolahraga ringan, hingga bersepeda di sekitar area wisata.
Banyak juga pengunjung yang datang untuk bersantai di tepi bendungan sambil menikmati pemandangan Gunung Merapi.
Aktivitas fotografi menjadi salah satu kegiatan favorit karena lanskap alamnya sangat mendukung.
Fasilitas dan Kuliner di Area Wisata
Meskipun masih dalam tahap pengembangan, kawasan Bendungan Kendalsari sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas dasar seperti area parkir, toilet sederhana, serta tempat duduk untuk bersantai.
Di sekitar lokasi juga terdapat rumah makan dan warung yang dikelola warga.
Pengunjung dapat menikmati makanan sambil memandang langsung ke arah bendungan dan panorama gunung, menjadikan pengalaman wisata terasa lebih lengkap.
Jam Operasional dan Akses Kunjungan
Bendungan Kendalsari dapat dikunjungi setiap hari dengan jam operasional sekitar pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari ketika cuaca lebih cerah dan pemandangan Gunung Merapi terlihat jelas.
Lokasinya dapat ditempuh dari pusat Kota Klaten dengan jarak sekitar belasan hingga puluhan kilometer menuju wilayah Kemalang, dengan akses jalan yang sudah cukup baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Rencana Pengembangan Wisata
Ke depan, kawasan Bendungan Kendalsari direncanakan akan terus dikembangkan oleh pemerintah desa bersama masyarakat.
Pengembangan tersebut mencakup peningkatan infrastruktur, penguatan tanggul, serta penambahan fasilitas pendukung wisata agar lebih nyaman dan menarik.
Namun, pengembangan tetap diarahkan agar tidak merusak karakter alami bendungan yang menjadi daya tarik utamanya.
(Tribunnewsmaker.com/TribunSolo.com)
Sumber: Tribun Solo
| Profil Nuri Agus Wibowo, Mantan Kiper Persis Solo & Timnas U23 Indonesia Hilang Misterius |
|
|---|
| Detik-detik Kebo Bule di Keraton Solo Birahi, Persiapan Kirab Suro Jadi Tontonan Warga Sekitar |
|
|---|
| Wisata Keluarga di Sukoharjo yang Eksotis & Unik, Ada The Heritage Palace, Banyak Spot Foto Menarik |
|
|---|
| Daya Beli Melemah, Pelaku UMKM di Solo Raya Pilih Berhemat dan Bertahan daripada Tambah Utang |
|
|---|
| Geger! Skandal Scam Internasional di Solo Baru, OJK dan Instansi Terkait Awasi Ketat Keuangan Ilegal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/pesona-Bendungan-Kendalsari-atau-Karangkendal-di-Kemalang-Klaten.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.