Sosok Tan Malaka, Tokoh Aliran Kiri yang Dipuji Soekarno dan Bung Hatta
Inilah sosok Tan Malaka, tokoh aliran kiri yang dipuji oleh Soekarno dan Bung Hatta padahal awalnya seorang komunis internasional!
Editor: Talitha Desena
Dia memilih paham Marxisme sebagai alat perjuangan melawan penjajah Belanda.
Tahun 1926 ketika PKI memberontak terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda, Tan Malaka termasuk tokoh yang dikejar-kejar pemerintah kolonial meski Tan Malaka sendiri mengaku tidak setuju atas pemberontakan itu.
Sosok lelaki asal Minangkabau, Sumatera Barat, ini puluhan tahun berkelana di luar negeri mengikuti berbagai kegiatan komunis internasional dan juga memperjuangkan kemerdekaann Indonesia.
Tahun 1922, ketika pemerintah kolonial Hindia Belanda masih sangat berkuasa di bumi Nusantara, Tan Malaka telah memperjuangkan Indonesia di luar negeri.
Dia juga mengkritik beberapa negara yang mengaku menerapkan komunisme, tetapi sesungguhnya yang dilakukan bertentangan dengan prinsip-prinsip komunisme yang diajarkan Karl Marx.
"Aku menjauhi lingkungan yang bertentangan dengan komunisme yang sebenarnya.
Aku pergi ke Timur jauh, ikut berjuang di sana untuk kemerdekaan bangsa Indonesia," ujar Tan Malaka saat bertemu Hatta di Berlin tahun 1922.
Tan Malaka di Mata Bung Hatta
Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Mohammad Hatta, dalam bukunya, Untuk Negeriku Sebuah Otobiografi, mengatakan, tahun 1925 di Jerman dia menerima buku karya Tan Malaka yang berisi tentang Republik Indonesia.
Buku itu berjudul Naa een Republik Indonesia. Buku kecil ini, kata Hatta, kemungkinan dicetakan di Manila, Filipina.
Menurut Hatta, Tan Malaka adalah orang yang tidak mau diam.
Dia terus bergerak dan bergerak, termasuk ke Moskow (Rusia) karena Moskow adalah pusat gerakan komunis internasional.
Tetapi, Tan Malaka tidak akan tinggal dan menetap di Moskow yang saat itu menerapkan pemerintahan diktaktor Stalin.
"Ia (Tan Malaka) tak akan beristirahat, tetapi akan terus bergerak dan berjuang untuk Indonesia merdeka," tulis Bung Hatta --panggilan Mohammad Hatta.
Bagi Tan Malaka, komunisme yang diberlakukan di Moskow sangat bertentangan dengan konsep komunisme yang benar yang berlaku sama rata sama rasa, berlaku demokrasi yang sepenuhnya.
Sementara komunisme yang dijalankan oleh rezim Stalin di Moskow justru mirip dengann sistem perbudakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/tan-malaka.jpg)