Virus Corona
Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Keluarga, Anggota DPRD Jadi Jaminan, Ternyata Ini Alasannya
Keluarga ambil jenazah pasien positif Covid-19 dengan jaminan anggota DPRD. Terungkap alasannya.
Editor: ninda iswara
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus keluarga mengambil alih jenazah pasien positif Covid-19 kembali terjadi.
Kali ini kasus tersebut terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan,
Jenazah pasien positif Covid-19 ini meninggal dunia di RS Daya, Makassar, Sulawesi Selatan.
Jenazahnya dibawa pulang oleh keluarga pada Sabtu (27/06/2020).
Selain itu, terkuak fakta lain yang cukup mencengangkan.
Ternyata seorang anggota DPRD Makassar bersedia menjadi jaminan sehingga jenazah pasien positif Covid-19 ini bisa dibawa pulang.
• Setelah Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 dari Ambulans, Nekat Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan
• 4 Fakta Kasus Jenazah Tertukar di Surabaya, Riwayat Sakit hingga Nasib Petugas yang Langgar Prosedur
Seperti yang diketahui, pemulasaran jenazah pasien Covid-19 harus sesuai dengan protokol yang sudah ditetapkan.
Petugas khusus lah yang ditunjuk untuk memakamkan jenazah pasien virus corona.
Pihak keluarga bahkan tak diperbolehkan menyentuh jenazah.
Namun berbeda dengan keluarga di Makassar yang mengambil jenazah pasien Covid-19 dengan jaminan anggota DPRD Makassar ini.
Terungkap pula alasan mengapa anggota DPRD Makassar bersedia menjadi jaminan atas pengambilan jenazah pasien positif Covid-19 ini.
Jenazah sempat ditahan dan akan dimakamkan dengan protokol kesehatan oleh petugas.
Namun, anggota DPRD Makassar dari Fraksi PKS, Andi Hadi Ibrahim Baso menjamin dengan membuat pernyataan tertulis yang dibubuhi tanda tangan dan meterai.
Saat dikonfirmasi, Andi Hadi menjelaskan bahwa pasien yang meninggal itu adalah gurunya saat SMA.
Andi membawa pasien ke RS Daya setelah melihat kondisi kesehatan gurunya itu kian parah yang disertai dengkuran.
• Insiden Jenazah Tertukar, Pihak Rumah Sakit di Surabaya Minta Maaf, Akui Ada Prosedur yang Dilanggar
• Viral Jenazah PDP Corona Cuma Pakai Popok Tanpa Kafan di Peti Mati, Pihak RS Bantah Menelantarkan
“Almarhum sudah berpesan, jangan dibawa ke rumah sakit karena takut divonis Covid-19.
Tapi saya yang datang membesuk Beliau dan memberikan penjelasan.
Bahkan saya menjamin, bahwa akan mendapat penanganan yang baik dari pihak rumah sakit," kata Andi.
Andi Hadi menjelaskan bahwa dirinya termasuk dalam tim Gugus Tugas Covid-19 Makassar di bagian pemakaman jenazah.
Menurut Andi, hasil rapid test pasien memang menunjukkan reaktif.
Namun saat jenazah dibawa untuk dimakamkan, hasil tes swab belum keluar.
“Jenazah dipulangkan, karena hasil swab tesnya belum keluar.
Masa jenazah harus menunggu hasil swab tesnya keluar?
Ini persoalan hasil swab tes pasien yang lama di Makassar," kata Andi Hadi.
Menurut Andi, pihak rumah sakit akhirnya memberikan jenazah.
Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka yang dihadiri keluarga, kerabat, tetangga, serta murid-murid SMA 6 di tempat almarhum mengajar.
Belakangan diketahui positif
Menurut Andi, informasi mengenai hasil tes swab pasien baru diketahui saat jenazah dishalatkan di masjid dekat rumah duka.
Saat itu baru ada kabar dari pihak rumah sakit bahwa jenazah dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab.
• Takut Jenazah Pasien Corona Makin Membusuk, Brasil Terpaksa Usik Mayat 3 Tahun Lalu, Ini Tujuannya
• Jenazah PDP Covid-19 Tak Dibungkus Kain Kafan dan Hanya Gunakan Popok Viral, Ini Penjelasan RS
“Tapi apa boleh buat, tetap diselenggarakan dengan syariat Islam berdasarkan pula permintaan almarhum tanpa protokol Covid-19.
Jenazah dimakamkan di pemakaman umum Sudiang Makassar, bukan di pemakaman khusus Covid-19 di Macanda, Kabupaten Gowa,” kata Andi.
Adapun pasien yang beralamat di Komplek Taman Sudiang Indah ini masuk ke RS Daya pada Sabtu pagi.
Pasien mengalami gejala sesak napas hingga mendengkur yang disertai penyakit ginjal.
Setelah beberapa jam dirawat di RS Daya, pasien akhirnya meninggal dunia. (TribunNewsmaker.com/*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jenazah Pasien Covid-19 Diambil Keluarga dengan Jaminan Anggota DPRD
dan di Tribunnews.com Jenazah Pasien Covid-19 di Makassar Diambil Keluarga, Anggota DPRD Beri Alasan Bersedia Jadi Jaminan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/keluarga-ambil-jenazah-pasien-covid-19-setelah-dijamin-anggota-dprd-di-makassar-sabtu-2762020.jpg)