Kejengkelan Jokowi pada Menteri yang Terlalu 'Santai' di Tengah Krisis Memuncak, Ancam Reshuffle

Ketika Presiden Jokowi mengungkapkan kejengkelannya pada kinerja menteri yang tak maksimal di saat krisis.

KOMPAS.com/Ihsanuddin
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus pertama positif Corona di Indonesia, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020). 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketika Presiden Jokowi mengungkapkan kejengkelannya pada kinerja menteri yang tak maksimal di saat krisis.

Sikap beberapa menteri yang dinilai terlalu 'santai' di tengah krisis rupanya meninggalkan kejengkelan dan kekecewaan pada diri Jokowi.

Tak tanggung-tanggung, Presiden Jokowi pun menyampaikan ancaman reshuffle kabinet di hadapan para menterinya saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada 18 Juni 2020 silam.

 Kasus Masih Tinggi, Jokowi Beri Waktu 2 Minggu Jawa Timur Turunkan Angka Positif Covid-19

 Dinyatakan Sembuh dan Pulih dari Covid-19, Menhub Budi Karya Sumadi Mulai Ikut Rapat Kabinet

Informasi ini baru terungkap dalam video yang ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6/2020).

Mulanya saat membuka rapat, Jokowi menyampaikan kejengkelannya kepada para menteri lantaran masih bekerja secara biasa saja di masa krisis seperti ini.

Padahal, Presiden Jokowi meminta ada kebijakan luar biasa untuk menangani krisis, baik itu pandemi Covid-19 dan dampaknya terhadap perokonomian.

"Langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah pemerintahan," kata Jokowi.

"Akan saya buka. Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara," ucap Presiden.

Lalu langkah luar biasa apa yang bisa dilakukan Jokowi?

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, langkah extraordinary itu bisa dalam bentuk mengeluarkan aturan tertentu, bahkan pembubaran lembaga dan perombakan kabinet atau reshuffle.

HALAMAN 2 >>>>>>>>

Ikuti kami di
Editor: Salma Fenty Irlanda
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved