Nadiem Makarim Minta Maaf Soal Dana Hibah Kemendikbud, NU & Muhammadiyah Tetap Tak Ikut Serta POP

Selain LP Ma'arif NU, Muhammadiyah juga menyatakan tidak mau kembali bergabung dalam POP.

Kolase TribunNewsmaker.com/ Kompas.com
Mendikbud Nadiem Makarim 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meminta maaf atas ucapannya beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Nadiem sempat ingin memberikan dana hibah Kemendikbud dalam Program Organisasi Penggerak ( POP) pada Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation.

Hasilnya, tiga organisasi penggerak, yakni Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama ( NU), dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memutuskan untuk mundur dari POP.

Nadiem berharap, ketiga organisasi yang selama ini sudah menjadi mitra strategis pemerintah dan berjasa besar di dunia pendidikan dapat kembali bergabung dalam POP.

NU dan Muhammadiyah sendiri menyatakan mundur karena merasa tolok ukur pemilihan organisasi yang bisa menerima dana hibah tidak jelas.

Sementara PGRI beralasan Kemendikbud seharusnya lebih memerhatikan organisasi masyarakat yang berbasis pendidikan.

Nilai PPDB Sistem Zonasi Sebagai Revolusi Senyap, Nadiem Makarim: Prinsip Keadilan Sosial

Meski di Zona Hijau, Nadiem Makarim Sebut Sekolah yang Akan Dibuka Kembali Perlu Izin Orang Tua

Umumkan Jadwal Ajaran Baru, Nadiem Makarim Beri Jawaban Jika Orangtua Tetap Larang Anak Bersekolah

Nadiem Makarim
Nadiem Makarim (Kolase TribunNewsmaker - Kompas.com)

"Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul dan berharap agar ketiga organisasi besar ini bersedia terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program, yang kami sadari betul masih jauh dari sempurna," ujar Mendikbud, seperti dilansir laman Kemendikbud via Kompas.com, Selasa (28/7/2020).

Nadiem menjelaskan, Putera Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation dipastikan menggunakan skema pembiayaan mandiri untuk mendukung POP.

Dengan demikian, lanjut Nadiem, kedua yayasan yang selama ini bergerak di bidang pendidikan tersebut tidak memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjalankan programnya.

"Berdasarkan masukan berbagai pihak, kami menyarankan Putera Sampoerna Foundation juga dapat menggunakan pembiayaan mandiri tanpa dana APBN dalam Program Organisasi Penggerak dan mereka menyambut baik saran tersebut,” kata Nadiem di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Dengan begitu, diharapkan akan menjawab kecemasan masyarakat mengenai potensi konflik kepentingan dan isu kelayakan hibah yang sekarang dapat dialihkan kepada organisasi yang lebih membutuhkan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Irsan Yamananda
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved