Penanganan Covid
Pasca Libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah akan Evaluasi Penanganan Covid-19 Pada 2 Pekan ke Depan
Pemerintah akan evaluasi penanganan Covid-19 pasca libur natal dan tahun baru pada 2 pekan ke depan.
Editor: ninda iswara
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pemerintah akan mengevaluasi penanganan Covid-19 pada libur natal 2020 dan Tahun Baru 2021 pada dua pekan ke depan.
Hal itu disampaikan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin, (4/1/2020).
"Tentu Pasca daripada Natal dan Tahun baru ini pemerintah akan mengevaluasi dalam dua minggu kedepan, karena memang dengan adanya Natal dan Tahun Baru, liburan seperti liburan liburan sebelumnya itu biasanya dimonitor dalam dua minggu kedepan," kata Airlangga.
Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 pasca libur natal dan tahun baru, pemerintah akan meningkatkan monitoring protokol kesehatan di tempat kerja dan pusat kegiatan ekonomi.
Dengan peningkatan monitoring tersebut diharapkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan semakin tinggi.
"Sehingga peningkatan disiplin di berbagai tempat itu terus dimonitor baik itu di tempat kerja, maupun di tempat kegiatan-kegiatan ekonomi," tuturnya.
Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi bahwa lonjakan kasus Covid-19 akan terjadi pada 16-18 Januari 2021.
Baca juga: KABAR BAIK dari Menko Airlangga: Vaksin Covid-19 Sudah Didistribusikan ke Daerah Mulai Januari 2021
Baca juga: Jadwal Vaksinasi Covid-19 Dimulai Pertengahan Januari 2021, Dibagi 2 Periode, Nakes Jadi Prioritas
Menurutnya lonjakan kasus Covid-19 biasanya terjadi 10-14 hari setelah libur panjang.
"Jadi kalau liburan selesai di sekitar tanggal 1 atau 2 Januari ini akan terjadi sekitar tanggal 16 sampai 18 Januari 2021," kata Budi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (29/12/2020).
Adapun menurut mantan Wakil Menteri BUMN tersebut lonjakan kasus biasanya mencapai 30-40 persen.
Kenaikan tersebut karena mobilitas masyarakat yang sangat tinggi.
Oleh karena itu menurut Budi, Kementerian Kesehatan akan memastikan kesiapan infrastruktur kesehatan di daerah yang tingkat infeksinya tinggi.
"Kami akan bekerja keras di liburan akhir tahun ini untuk memastikan bahwa ini siap," katanya.
Budi mengatakan bahwa saat ini kondisi jumlah tempat tidur di rumah sakit, baik itu ruang perawatan biasa maupun ruang ICU sudah cukup penuh.
Oleh karena itu, ia akan memastikan bahwa pasien Covid-19 dapat tetap tertangani meskipun terjadi lonjakan pada pertengahan Januari nanti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/bandara-soetta-jakarta.jpg)