Breaking News:

Menilik Setahun Pandemi Covid-19 di Indonesia: Pasien Tahu Positif dari Media, Capai 1,3 Juta Kasus

Satu tahun pandemi Covid-19 di Indonesia, ini kilas balik diumumkannya kasus pertama.

Newsmaker.com Kolase/Shutterstock dan pixabay.com
Ilustrasi virus corona 

Pasien 2 menegaskan, anaknya tak kenal dengan WN Jepang.

Hal ini berbeda dengan keterangan Menkes yang menyebut bahwa WN Jepang itu berkunjung ke rumah pasien di Depok.

"Anak saya tidak kenal," ucap Pasien 2.

Pasien 2 mengatakan, anaknya menjadi host dalam sebuah acara yang diselenggarakan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Saat itu ada seorang perempuan WN Jepang yang dimaksudkan Terawan di acara tersebut.

"Sehabis acara itu, besoknya, anak saya menggigil seperti demam. Sempat periksa bolak-balik ke dokter, enggak sembuh juga. Sampai akhirnya kami berdua memeriksakan diri ke RS di Depok itu," ucap dia.

Pasien 2 juga menegaskan, ia dan anaknyalah yang meminta untuk dilakukan tes Covid-19.

Permintaan ini diajukan setelah mereka mendapat kabar bahwa WN Jepang yang hadir di acara dansa dinyatakan positif corona.

Jadi, bukan hasil penelusuran kontak seperti yang disampaikan Presiden Jokowi.

"Atas inisiatif saya, kami minta kepada dokter untuk dilakukan tes virus corona saja. Terus terang kami khawatir terhadap diri kami," kata Pasien 2.

Baca juga: Gejala Ringan Covid-19 Mirip dengan Influenza, Masyarakat Jadi Tidak Sadar Terpapar Virus Corona

Baca juga: Anies Baswedan Doakan Jokowi Diberi Kemudahan Hadapi Pandemi Covid-19: Dibukakan Pintu Penyelesaian

Diberi jamu setelah sembuh

Pasien 1 dan  2 dirawat di kamar yang berbeda.

Pasien juga mengungkapkan, saat itu baru dua kali dokter rutin datang dengan perawat.

Ia juga mengaku tak diberikan obat untuk diminum, melainkan hanya dimasukkan selang infus dalam tubuhnya.

Pasien juga mengatakan kondisinya baik-baik saja, hanya batuk-batuk kecil.

Suhu tubuh pun disebutkan berada dalam rentang 36-37 derajat celsius.

Dua minggu setelah pengumuman Presiden Jokowi, keduanya dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Mereka menjalani dua kali tes polymerase chain reaction (PCR) dengan hasil negatif.

Pasien 1, 2 dan 3 turut dihadirkan bersama Terawan dalam konferensi pers di RS Sulianti Saroso, Senin (16/3/2020).

Pada momen tersebut, Terawan memberikan hadiah berupa jamu kepada ketiga pasien sebelum meninggalkan rumah sakit.

Ia menyebut, jamu itu diracik langsung oleh Presiden Jokowi.

"Ini ada bekal untuk Pasien 01, Pasien 02, dan Pasien 03 yang kini sudah sehat. Bapak Presiden memberikan jamu racikan Bapak Presiden sendiri," ucap Terawan.

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui Sebelum Mengikuti Vaksinasi Covid-19 Jika Punya Riwayat Alergi

Baca juga: Satgas Covid-19 Fokus Melakukan Pelacakan hingga Desa dan Kelurahan, Angka Positif Masih Tinggi

1,3 juta kasus Covid-19

Ilustrasi virus corona atau covid-19.
Ilustrasi virus corona atau covid-19. (SHUTTERSTOCK via Kompas.com)

Satu tahun kemudian, kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.

Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Senin (1/3/2021), menunjukkan ada 1.341.314 orang terinfeksi virus corona.

Angka tersebut didapat dari penambahan kasus harian sebanyak 6.680 orang.

Rata-rata ada sekitar 5.000-7.000 kasus baru per harinya.

Kemudian, total pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh mencapai 1.151.915 orang.

Pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 jika hasil pemeriksaan laboratorium dengan metode PCR sebanyak dua kali menunjukkan hasil negatif.

Selanjutnya, total pasien meninggal dunia hingga saat ini tercatat ada 36.325 kasus.

Dalam data yang sama, kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini ada 153.074 orang.

Kasus aktif merupakan jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isoloasi mandiri.

Selain kasus positif, satgas juga mencatat ada 73.434 orang berstatus suspek.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), suspek merupakan istilah pengganti untuk pasien dalam pengawasan (PDP).

Seseorang disebut suspek Covid-19 jika mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

Istilah suspek juga merujuk pada orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19.

Selain itu, orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan. (Kompas.com/Nicholas Ryan Aditya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Satu Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia: Kilas Balik Kasus Pasien 1 dan 2

Ikuti kami di
Editor: ninda iswara
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved