Breaking News:

Penanganan Covid

Ini yang Perlu Diketahui Sebelum Mengikuti Vaksinasi Covid-19 Jika Punya Riwayat Alergi

Mereka yang mengalami alergi parah atau sensitif pada obat tertentu, juga tidak dianjurkan mengikuti vaksinasi.

freepik.com
Ilustrasi vaksin (freepik.com) 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sebagian orang bisa jadi mengalami efek samping cukup parah setelah mengikuti vaksinasi covid-19.

Satu di antara sejumlah faktor yang menjadi pemicu reaksi parah pascavaksinasi, adalah alergi.

Oleh karena itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) menyarankan agar kelompok yang memiliki alergi terhadap salah satu komponen yang ada dalam vaksin, untuk tidak divaksinasi Covid-19.

President of Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dr. Tunggul D Situmorang, Sp.PD-KGH  mengatakan mereka yang mengalami alergi parah atau sensitif pada obat tertentu, juga tidak dianjurkan mengikuti vaksinasi.

Sebab, ada kemungkinan vaksin dapat memicu timbulnya reaksi parah yang sangat cepat pada tubuh. Terutama mereka yang memang punya riwayat alergi.

"Yang terutama, makanya disebut yang tidak boleh dilakukan adalah (memberikan vaksin) kalau memang orang itu sensitif ya, alergi terhadap komponen atau vaksin itu sendiri, ini bisa membuat reaksi yang cepat," ujar dr Tunggul, dalam webinar bertajuk 'Waspadai Hipertensi Sebagai Komorbid Tertinggi Covid-19', Jumat (26/2/2021).

Ia kemudian menjelaskan, sebelum melakukan vaksinasi, biasanya tenaga kesehatan (nakes) atau vaksinator akan melakukan sedikit wawancara.

Baca juga: Ribuan Wartawan Divaksinasi, Ini Kesan-kesan Mereka, Denyut Nadinya Kayak Orang Habis Lari

Baca juga: Jusuf Kalla Dukung Pemerintah Membuka Program Vaksinasi Covid-19 Mandiri, Rakyat Itu Sudah Jenuh

Seorang pekerja media mengikuti vaksinasi Covid-19 di Hall A Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2021). Berdasarkan data yang ada, sebanyak 1.838 awak media menjalani vaksinasi Covid-19 di GBK hari ini. Secara total, terdapat 5.512 orang yang akan mendapatkan vaksin selama tiga hari pelaksanaan vaksinasi, atau sampai Sabtu (27/2) mendatang. Para peserta vaksinasi ini adalah 512 wartawan yang sejak awal dijadwalkan mendapatkan vaksin dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021. Kemudian ditambah 5.000 orang yang dikoordinasikan Dewan Pers bersama 10 organisasi konstituen Dewan Pers dan Forum Pemred. Tribunnews/Jeprima
Seorang pekerja media mengikuti vaksinasi Covid-19 di Hall A Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2021). Berdasarkan data yang ada, sebanyak 1.838 awak media menjalani vaksinasi Covid-19 di GBK hari ini. Secara total, terdapat 5.512 orang yang akan mendapatkan vaksin selama tiga hari pelaksanaan vaksinasi, atau sampai Sabtu (27/2) mendatang. Para peserta vaksinasi ini adalah 512 wartawan yang sejak awal dijadwalkan mendapatkan vaksin dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021. Kemudian ditambah 5.000 orang yang dikoordinasikan Dewan Pers bersama 10 organisasi konstituen Dewan Pers dan Forum Pemred. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Tujuannya untuk mengetahui apakah peserta yang akan divaksin, memiliki riwayat penyakit atau alergi terhadap obat tertentu atau tidak.

"Tapi itu akan bisa ditengarai dengan pengamatan ya, tapi kalau sudah jelas jelas ada riwayat alergi maka akan diinterview dulu, ditanya macam-macam, itu tujuannya sebenarnya," kata dr Tunggul.

Selain orang yang memiliki riwayat alergi, kelompok yang disarankan untuk tidak divaksinasi adalah anak-anak, orang yang mengalami gangguan imunitas serta ibu hamil.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Vega Dhini Lestari
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved