Breaking News:

SIMAK Fakta Ivermectin, Obat Terapi Penanganan Covid-19, Termasuk Obat Keras, Pakai Resep Dokter

Inilah fakta-fakta Ivermectin obat yang dikenalkan Erick Thohir untuk terapi penanganan pasien Covid-19.

Editor: octaviamonalisa
YouTube Tribunnews.com
Ivermectin termasuk obat keras untuk terapi penanganan Covid-19, harus pakai resep dokter 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan terkait Ivermectin, obat anti-parasit yang sudah digunakan terbatas untuk terapi penanganan Covid-19.

Hal tersebut dikatakannya melalui unggahan di akun Instagramnya, @erickthohir.

Erick menyebut Ivermectin ini sudah digunakan, selain di Indonesia juga di di berbagai negara dari India sampai Amerika.

Namun di sisi lain, seperti obat-obat untuk penyakit lain yang berpotensi untuk penanganan Covid-19, Ivermectin masih terus diuji untuk penambahan indikasi penggunaan untuk Covid-19.

Baca juga: Apa Itu Covid-19 Varian Delta? Pertama Kali Terdeteksi di India, Lebih Mudah Menular, Ini Gejalanya

Baca juga: Ortu Harus Waspada, Ini Gejala Covid-19 Pada Anak, Dari Hilang Nafsu Makan, Kelelahan Hingga Demam

1. Dapat Izin Edar BPOM RI

Erick Thohir kenalkan obat Ivermectin
Erick Thohir kenalkan obat Ivermectin (Instagram @erikthohir)

Dalam unggahan Erick tersebut, dirinya menyebut Ivermectin sudah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Alhamdulillah, PT Indofarma sebagai bagian dari holding BUMN farmasi, telah mendapat izin edar Badan POM RI untuk produk generik Ivermectin 12 miligram.

Hari ini Indofarma meluncurkan produk generik Ivermectin tersebut dan saya datang melihat langsung kesiapan kapasitas produksi Ivermectin di Indofarma," ujarnya dalam caption Instagramnya.

Selain itu, lanjutnya, Indofarma siap untuk memproduksi 4 juta tablet per bulan, dan menjualnya dengan harga terjangkau.

2. Bukan Obat Covid-19 tetapi Obat Cacing

BPOM buka suara terkait publikasi penggunaan Ivermectin yang menunjukkan potensi efek penyembuhan terhadap Covid-19.

BPOM menegaskan, Ivermectin kaplet 12 mg terdaftar di Indonesia untuk indikasi infeksi kecacingan (Strongyloidiasis dan Onchocerciasis).

"Data uji klinik yang cukup untuk membuktikan khasiat Ivermectin dalam mencegah dan mengobati Covid-19 hingga saat ini belum tersedia.

Dengan demikian, Ivermectin belum dapat disetujui untuk indikasi tersebut," ujar keterangan resmi yang diterima, Selasa (22/6/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved