Breaking News:

Tanya Jawab Islam

Bagaimana Hukumnya Menunda Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri? Simak Penjelasan Buya Yahya

Berikut ini penjelasan Buya Yahya mengenai hukum menunda mandi wajib setelah berhubungan suami istri.

Istimewa
Ilustrasi berhubungan suami istri. 

Reporter: Tiara Susma

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Dalam Islam, suami istri berhubungan intim merupakan suatu ibadah.

Setelah berhubungan intim, suami dan istri diharuskan mandi wajib atau mandi junub.

Mandi wajib atau mandi junub merupakan proses mensucikan diri dari hadas besar.

Suami dan istri belum boleh melakukan ibadah seperti sholat atau pun mengaji jika belum melakukan mandi wajib.

Hal ini berhubungan dengan kesucian dalam melaksanakan ibadah.

Selain itu, kita juga diharuskan berada dalam keadaan suci saat menghadap Allah SWT.

Namun, terkadang ada beberapa orang yang memutuskan menunda mandi wajib karena kondisi-kondisi tertentu.

Lantas, bagaimana hukumnya menunda mandi wajib setelah berhubungan suami istri?

Baca juga: Suami Istri Bersentuhan Setelah Berwudhu, Apakah Membatalkan Wudhu? Begini Penjelasan Buya Yahya

Baca juga: Apakah Harus Berwudhu Lagi Setelah Selesai Mandi Wajib? Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Buya Yahya.
Buya Yahya. (YouTube Al-Bahjah TV)

Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Hal itu seperti dilansir dari video yang diunggah di YouTube Al-Bahjah TV pada 18 September 2018.

Buya Yahya menegaskan mandi junub menjadi wajib dilakukan jika seseorang berniat melakukan ibadah dimana harus dalam keadaan suci.

Dengan kata lain, boleh menunda mandi wajib sampai tiba waktu sholat.

"Wajib mandi itu jika anda mau melakukan sesuatu yang harus dengan (keadaan) suci," ujar Buya Yahya.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved