Breaking News:

Tanya Jawab Islam

Bagaimana Hukumnya Menunda Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri? Simak Penjelasan Buya Yahya

Berikut ini penjelasan Buya Yahya mengenai hukum menunda mandi wajib setelah berhubungan suami istri.

Istimewa
Ilustrasi berhubungan suami istri. 

"Misal suami istri berhubungan sehabis sholat isya, apakah dia wajib mandi? tidak wajib mandi, nanti (mandi wajib) kalau mau tahajud atau sholat subuh," imbuhnya.

Baca juga: Sebab Seseorang Harus Mandi Wajib, Kapan Waktu yang Tepat untuk Mandi Junub? Berikut Aturannya

Mandi wajib memang boleh ditunda dan tidak bersifat harus segera dilakukan.

Kendati demikian, Buya Yahya mengungkapkan bergegas melakukan mandi wajib hukumnya sunnah alias lebih dianjurkan.

"Cuma disunnahkan dianjurkan untuk bergegas mandi besar," tutur Buya Yahya.

"Wajibnya kapan? wajibnya kalau kita sudah mau melakukan kewajiban," imbuhnya.

Berikut video lengkapnya:

Suami Istri Bersentuhan Setelah Berwudhu, Apakah Membatalkan Wudhu? Begini Penjelasan Buya Yahya

Umat Muslim dianjurkan berwudhu sebelum melaksanakan ibadah.

Wudhu adalah bentuk mensucikan diri dari hadats atau najis kecil.

Ada beberapa hal yang dapat membatalkan wudhu seperti kentut, buang air kecil, buang air besar, dan lain-lain.

Termasuk menyentuh kulit orang yang bukan mahramnya.

Lantas, bagaimana jika suami istri bersentuhan setelah berwudhu?

Apakah hal itu membatalkan wudhu atau tidak?

Baca juga: Apakah Harus Berwudhu Lagi Setelah Selesai Mandi Wajib? Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Baca juga: Menyentuh Kemaluan Setelah Berwudhu, Apakah Membatalkan Wudhu Atau Tidak? Ini Penjelasan Buya Yahya

Buya Yahya.
Buya Yahya. (YouTube Al-Bahjah TV)

Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved