Breaking News:

Kasus Ferdy Sambo

TEGANGNYA Sidang Etik Ferdy Sambo, Para Saksi Disemprot Hakim: Kamu Bicara Jujur, Jangan Berbelit!

Para saksi di sidang kode etik terhadap Ferdy Sambo kena semprot hakim. Diminta berkata jujur jangan berbelit-belit.

Editor: octaviamonalisa
Via Tribun Bogor
Para saksi di sidang kode etik terhadap Ferdy Sambo kena semprot majelis hakim 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Terkuak tegangnya suasana sidang kode etik terhadap tersangka Ferdy Sambo.

Dalam sidang kode etik tersebut, diketahui tak hanya Ferdy Sambo dan para tersangka yang dicecar pertanyaan oleh hakim.

Namun beberapa saksi juga didatangkan dan dimintai keterangan oleh para majelis sidang kode etik.

Baca juga: Deolipa Bongkar Kebohongan Putri Candrawathi, Ferdy Sambo Termakan Hasutan Sosok Ini: Ingin Berkuasa

Baca juga: Sosok Briptu Martin Gade, Terseret Kasus Pembunuhan Brigadir J & Ngaku Atas Perintah Ferdy Sambo

Ferdy Sambo kekeh inginkan resign, Polri langsung pecat tanpa proses surat pengunduran diri.
Ferdy Sambo kekeh inginkan resign, Polri langsung pecat tanpa proses surat pengunduran diri. (Istimewa)

Dibocorkan oleh Anggota Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas, Yusuf Warsyim, suasana sidang etik Ferdy Sambo sangat tegang.

Sidang KKEP untuk Sambo berlangsung selama 17 jam sejak Kamis (25/8/2022) pagi hingga Jumat (26/8/2022) dini hari.

Yusuf menceritakan, suasana di dalam sidang etik sempat tegang kala para pimpinan majelis sidang yang terdiri dari jenderal bintang 3 dan jenderal bintang 2 berusaha mencocokkan keterangan para saksi.

Dalam sidang ini, 15 orang dihadirkan sebagai saksi, di antaranya Bharada Richard Eliezer, Brigjen Pol Hendra Kurniawan, Kuat Ma'ruf, hingga Kombes Budhi Herdi Susianto.

"Saat tegangnya itu, saat menyingkronkan keterangan saksi satu dengan yang lain, jadi hakim kan mengejar," ujar Yusuf saat dikonfirmasi, Minggu (28/8/2022).

Para jenderal yang berusaha mencocokkan keterangan saksi ini adalah Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Ahmad Dofiri, Kadiv Propam Irjen Syahar Diantono, Gubernur PTIK Irjen Yazid Fanani, Analis Kebijakan Utama bidang Sabhara Baharkam Polri Irjen Rudolf Alberth Rodja, dan Wairwasum Irjen Tornagogo Sihombing.

Yusuf menjelaskan, agar tidak timbul perbedaan keterangan, para jenderal ini meminta agar saksi memberi keterangan secara jujur.

"Supaya tidak ada perbedaan, jangan berbelit-belit, itu ada tegangnya. 'Kamu bicara yang jujur, bicara yang jelas, jangan berbelit.'

Nah itu tegang," tutur dia.

Lebih jauh, Yusuf mengungkapkan, cecaran itu disemprot oleh kelima jenderal yang bertugas sebagai tim sidang etik Sambo tersebut.

Menurut dia, ketua dan anggota tim sidang etik mencocokkan keterangan saksi dengan sangat teliti.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved