Breaking News:

MEMANAS Helikopter Amerika Serikat Masuki Teritorial China, Militer AS Dipaksa Segera Angkat Kaki

Kian memanas, masuki teritorial China helikopter Amerika Serikat diminta keluar atau ditindak tegas.

Editor: Candra Isriadhi
DANIEL MIHAILESCU / AFP dan China Military
Helikopter Amerika dan armada tempur marinir China. Kian memanas, masuki teritorial China helikopter Amerika Serikat diminta keluar atau ditindak tegas. 

Rusia peringatkan Amerika Serikat untuk tak macam-macam, negeri Paman Sam beri respon tegas.

Hubungan kedua negara antara Amerika Serikat dengan Rusia kian hari semakin memanas.

Kini terbaru Rusia meminta agar Amerika Serikat untuk tidak melakukan penyitaan terhadap asetnya.

Kepala Departemen Amerika Utara, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa setiap kemungkinan penyitaan aset oleh AS akan sepenuhnya menghancurkan hubungan bilateral Moskow dengan Washington.

Reuters melaporkan, hubungan Rusia dengan AS serta sekutunya telah memburuk sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu.

Moskow menentang istilah invasi, dan menyebutnya sebagai operasi militer khusus.

Barat membalas agresi militer Rusia dengan menjatuhkan sederet sanksi ekonomi, keuangan, dan diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden - Rusia mengancam akan memutuskan hubungan bilateral Moskow dengan Washington jika AS dan sekutu menyita asetnya.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden - Rusia mengancam akan memutuskan hubungan bilateral Moskow dengan Washington jika AS dan sekutu menyita asetnya. (Kolase Foto Tribunnews)

Salah satu sanksinya yakni membekukan sekitar setengah dari cadangan emas dan valuta asing Rusia yang mendekati $640 miliar sebelum 24 Februari.

Pejabat tinggi Barat, termasuk Kepala Kebijakan Luar Negeri Eropa Joseph Borrell telah menyarankan penyitaan cadangan beku untuk membantu mendanai rekonstruksi masa depan Ukraina.

Hal ini menuai penolakan keras dari Rusia.

"Kami memperingatkan Amerika tentang konsekuensi merugikan dari tindakan semacam itu yang akan secara permanen merusak hubungan bilateral, yang bukan merupakan kepentingan mereka maupun kami," kata Alexander Darchiev kepada TASS dalam sebuah wawancara.

Belum jelas aset mana yang dimaksud, lapor Reuters.

Sebelumnya, AS dan sekutu Eropa telah membekukan aset senilai $30 miliar milik oligarki atau miliarder Rusia.

Para oligarki tersebut memiliki hubungan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved