Breaking News:

Tuduhan Pelecehan Seksual Brigadir J Terhadap Putri Candrawathi Disebut Tak Benar, Tidak Ada Bukti

Pelecehan seksual yang disebut dialami Putri Candrawathi disebut tidak benar, Polri ungkap tidak ada bukti

Editor: Talitha Desena
Youtube dan Kompas.com
Tuduhan pelecehan Brigadir J pada Putri Candrawathi disebut tak terbukti 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Putri Candrawathi mengaku dilecehkan oleh Brigadir J alias Brigadir Yosua Hutabarat, Polri sebut tidak terbukti dan tak bisa diproses karena tak dilaporkan.

Dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Brigadir J pada Putri Candrawathi terus dibicarakan, dan kini disebut tak terbukti.

Seperti yang diketahui, Putri Candrawathi mengaku mengalami pelecehan oleh Brigadir J yang kemudian 'memacik' kejadian pembunuhan Brigadir J yang melibatkan suaminya, Ferdy Sambo.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menduga kuat adanya peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada Putri Candrawathi di Magelang, Jawa Tengah.

Disebutkan Komnas HAM, peristiwa kekerasan seksual tersebut dilakukan pada 7 Juli 2022.

"Terdapat dugaan kuat terjadinya peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada Saudari PC (Putri Candrawathi) di Magelang, tanggal 7 Juli 2022," kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, Kamis (1/9/2022).

Baca juga: OGAH Ikuti Skenario Ferdy Sambo Lagi, Kini Bripka RR Bantah Omongan Ferdy Sambo: Nggak Ada Hal Itu!

Baca juga: Saya Dapat Hujatan Curhat Ketua Komnas HAM, Ungkit Pelecehan Malah Dicap Bela Ferdy Sambo: Risiko

Ungkit lagi isu pelecehan, ketua Komnas HAM dihujat dituding bela Ferdy Sambo
Ungkit lagi isu pelecehan, ketua Komnas HAM dihujat dituding bela Ferdy Sambo (YouTube Kompas TV, Polri TV)

Pernyataan spekulasi Komnas HAM tersebut mengundang banyak tanggapan, termasuk kritik.

Seolah disebut-sebut, Komnas HAM telah 'menghidupkan' kembali isu pelecehan seksual tersebut.

Hal tersebut pun membuat Kamaruddin Simanjuntak merasa heran, bahkan dirinya menuding Komnas HAM telah diberi ‘amplop’ mengatakan soal dugaan pelecehan seksual tersebut.

“Jadi Komnas HAM, Komnas Perempuan, Kompolnas itu harus kita waspadai, mengapa mereka ini mengatakan dugaan pelecehan seksual padahal sudah di SP3-kan,” ujarnya, dikutip Tribunnews dari YouTube Kompas TV, Minggu (11/9/2022).

Disebutkannya, bahkan pelecahan seksual tersebut tidak terbukti menurut Kabareskrim Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Agus Andrianto dan Dirtipidum, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Andi Rian Djajadi.

“Laporan mengenai pelecehan seksual itu tidak terbukti, tidak ditemukan buktinya atau tidak terjadi menurut Dirtipidum Bareskrim Polri maupun Kabareskrim Polri,” tuturnya lagi.

Namun, yang terjadi hanya pembunuhan berencana, kata Kamaruddin Simanjuntak.

Pihaknya pun menduga, Komnas HAM dan pihak-pihak terkait yang menyebut soal dugaan pelecehan seksual telah melalui semacam kontrak, juga menerima ‘amplop’.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved