Breaking News:

FAKTA Anggota DPRD Depok Injak Sopir Truk: Kronologi, Kini Minta Maaf, Terancam Dipecat dari Golkar

Viral video anggota DPRD Depok hukum sopir truk, disuruh push up hingga guling-guling di aspal, ini penyebabnya.

Editor: ninda iswara
Istimewa
Viral video anggota DPRD Depok hukum sopir truk, disuruh push up hingga guling-guling di aspal, ini penyebabnya. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Media sosial kembali viral dengan sebuah video yang beredar.

Kali ini video yang beredar memperlihatkan seorang anggota DPRD Depok memberikan hukuman kepada sopir truk.

Hukuman yang diberikan oleh anggota DPRD Depok kepada sopir truk ini yakni dengan menyuruhnya push up dan berguling di atas aspal.

Bahkan, sempat anggota DPRD yang belakangan diketahui bernama Tajudin Tabri itu menginjak sopir truk.

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, video ini menjadi bahan perbincangan warganet setelah diunggah oleh sejumlah akun Instagram seperti @romansasopirtruck dan @depok24jam.

Hingga Sabut (24/9/2022) aksi dari Tajudin Tabri yang menghukum sopir truk bernama Ahmad Misbah (24) sudah ditonton ribuan kali.

Ratusan warganet beramai-ramai memberikan tanggapan di kolom komentar.

Termasuk menyangkan aksi yang dinilai arogan sebagai wakil rakyat.

Baca juga: Istri Kadus yang Viral Potong BLT BBM Rp 20 Ribu Per Warga Minta Maaf, Janji Tak Mengulangi Lagi

Baca juga: KEPERGOK Selingkuh, Oknum Anggota DPRD Batanghari Malu Bukti WA Tersebar, Tega Lakukan Ini ke Istri

Tajudin Tabri, anggota DPRD Depok yang hukum sopir truk
Tajudin Tabri, anggota DPRD Depok yang hukum sopir truk (Kolase Tribunnews.com: Instagram.com/romansasopirtruck dan TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Sopir truk lapor polisi

Dihimpun dari TribunnewsDepok.com, aksi anggota DPRD Depok menghukum sopir truk berbuntut panjang.

Ahmad melaporkan apa yang dia alami ke Polres Metro Depok pada Jumat, 23 September 2022.

Dalam surat laporan, Ahmad melaporkan Tajudin Tabri atas dugaan tindak pidana penganiayaan.

Perkara ini diatur dalam pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang bunyinya:

(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved