Breaking News:

NASIB Pegawai Honorer Kini, Jika Tak Masuk Pendataan Non ASN BKN Karir Terancam Tamat

Berharap bahagia bisa masuk data Non ASN BKN, pegawai honorer di Pemprov Babel harus gigit jari.

Editor: Candra Isriadhi
Tribun Timur
Ilustrasi honorer dan PNS. Berharap bahagia bisa masuk data Non ASN BKN, pegawai honorer di Pemprov Babel harus gigit jari. 

TRIBUNEWSMAKER.COM - Berharap bahagia bisa masuk data Non ASN BKN, pegawai Honorer di Pemprov Babel harus gigit jari.

Kabar kurang baik datang dari pegawai Honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel).

Para pegawai Honorer di pemprov Babel tersebut harus gigit jari lantaran tak masuk data Non ASN BKN.

Sejumlah tenaga Honorer di Pemprov Babel yang jabatanya terdiri dari sopir, satpam/pengamanan, dan cleaning service/office boy merasa kecewa.

Kekecewaan ini muncul, karena sejumlah Honorer ini tidak masuk dalam pendataan 2.554 orang, tenaga non ASN BKN yang dilakukan oleh BKPSDMD Babel belum lama ini.

Padahal, berdasarkan surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, RI nomor: B/1511/M.SM.01.00/2022.

Berkaitan dengan Pendataan Tenaga Non ASN di Lingkungan Instansi Pemerintah menyebutkan.

Baca juga: Minta Diangkat Jadi ASN Menpan RB Abdullah Azwar Anas Soroti Banyak Honorer yang Ngarep Jadi PNS

Sejumlah tenaga honorer di Setwan DPRD Babel berkumpul.
Sejumlah tenaga honorer di Setwan DPRD Babel berkumpul. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Setiap pegawai Honorer yang mendapatkan honorarium dengan mekanisme pembayaran langsung yang berasal dari APBN untuk Instansi Pusat dan APBD untuk Instansi Daerah agar dilakukan pendataan masuk dalam data non ASN tanpa melihat posisi atau jabatan tertentu.

"Kami sampaikan bahwa nama kami tidak ada dalam daftar nama pegawai kontrak Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dalam pendataan tenaga non ASN BKN yang dilakukan BKPSDMD Babel. Padahal kami semua tenaga Honorer dibayarkan oleh APBD," kata Isnodi Susanto, Honorer Pengamanan Dalam (Pamdal) Setwan DPRD Babel, kepada Bangkapos.com, Selasa (27/9/2022).

Isnodi mewakili ribuan tenaga Honorer yang tidak terdata masuk dalam pendataan tenaga non ASN BKN yang dilakukan BKPSDMD ini, meminta keadilan agar mereka didata masuk dalam kategori pegawai non ASN sama dengan posisi Honorer lainya.

"Kami minta keadilan, jangan di anak tirikan, kami sudah belasan tahun bekerja tidak ada terdata. Sementara ada pekerja yang baru bekerja satu tahun terdata itu menjadi keresahan kami. Ini bukan Honorer di DPRD saja tetapi seluruh Honorer di pemprov mengalami nasib yang sama seperti kami," katanya.

Ino, panggilan akrab Isnodi mengatakan tenaga Honorer yang tidak terdata berposisi dari supir, Office Boy (OB), hingga posisi pengamanan.

Baca juga: 5 Pegawai Non ASN Ini Tak Masuk Pendataan Honorer, Begini Nasib Para Abdi Negara di Masa Depan

Ilustrasi honorer dan PNS.
Ilustrasi honorer dan PNS. (Tribun Timur)

"Yang tidak terdata ini jabatan posisi supir, OB, pengamanan, tidak terdata sebagai non ASN. Artinya setiap pendataan ini tujuan memang benar bukan untuk pengangkatan PPPK. Tetapi kami merujuk SE BKN, bahwa seluruh Honorer non PNS yang mereka sumber gaji dari APBD harus masuk pendataan semuanya tanpa terkecuali," tegasnya.

"Tetapi, kenyataan sampai saat ini, kami yang tiga bagian tadi, tidak masuk. Kami sudah lama bekerja, bahkan ada teman yang kerjanya dari 2003 juga tidak masuk data. Jadi kita berharap kedepan mohon dinas terkait kalau bisa kebijakan ini dikaji ulang atau revisi pendataan ini, biar semua adil dan merata," lanjutnya.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved