Breaking News:

Barter Sandera! Hamas Minta Israel Bebaskan 5200 Warga Palestina, Bakal Ditukar 229 Tawanan

Hamas dan Israel nyaris mencapai kesepakatan pembebasan sandera perempuan dan anak-anak yang ditahan.

Editor: Sinta Manila
AFP
Warga Palestina melintas gerbang perbatasan Mesir dan Gaza di Rafah untuk mengungsi ke wilayah Mesir di bagian Selatan Jalur Gaza setelah Israel membombardir mereka, Rabu 1 November 2023. People walk through a gate to enter the Rafah crossing to Egypt in the southern Gaza Strip, on 1 November 2023 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Soal pembebasan sandera, Hamas dan Israel nyaris mendapatkan kesepakatan.

Akan tetapi semua buyar seirig dengan serangan operasi darat dari Israel yang besar-besaran.

Dalam negosiasi ini, Qatar lah yang memimpin mediasi.

Baca juga: Arti dan Sejarah Buah Semangka yang Dipakai Simbol Pendukung Palestina, Perlawanan Pada Israel

Hamas dan Israel nyaris mencapai kesepakatan pembebasan sandera perempuan dan anak-anak yang ditahan di Gaza oleh Hamas pasca serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023.

Namun kesepakatan itu buyar gara-gara Israel melancarkan operasi darat.

Warga Palestina melintas gerbang perbatasan Mesir dan Gaza di Rafah untuk mengungsi ke wilayah Mesir di bagian Selatan Jalur Gaza setelah Israel membombardir mereka, Rabu 1 November 2023. People walk through a gate to enter the Rafah crossing to Egypt in the southern Gaza Strip, on 1 November 2023
Warga Palestina melintas gerbang perbatasan Mesir dan Gaza di Rafah untuk mengungsi ke wilayah Mesir di bagian Selatan Jalur Gaza setelah Israel membombardir mereka, Rabu 1 November 2023. People walk through a gate to enter the Rafah crossing to Egypt in the southern Gaza Strip, on 1 November 2023 (AFP)

Sumber yang mengetahui mediasi yang dipimpin Qatar mengatakan kepada Middle East Eye menyatakan Hamas bersedia merealisasikan kesepakatan tersebut, namun memerlukan jaminan dari Israel bahwa para sandera akan aman.

Hamas mengklaim ada 50 sandera termasuk di antara ribuan orang yang tewas akibat bombardir militer Israel lewat udara ke wilayah Gaza selama tiga minggu, meskipun angka ini tidak dapat dikonfirmasi.

Pejabat Israel sejauh ini belum memberikan tanggapan apapun tentang hal ini.

Baca juga: Israel USIR PAKSA 2,3 Juta Warga Gaza, Iming-imingi Mesir Bakal Hapus Hutang, Jika Terima Pengungsi

Hamas mengatakan mereka juga memerlukan waktu untuk mengumpulkan semua sandera, yang tersebar di seluruh Gaza dan ditahan oleh berbagai kelompok militan dan kelompok lain yang mengikuti Hamas ke Israel selatan setelah Divisi Gaza milik tentara Israel runtuh.

“Tampaknya bagi kami Israel tidak bersedia untuk mengambil tindakan dalam kesepakatan tersebut,” kata sebuah sumber.

Tawaran Hamas saat ini adalah “semua untuk semua.”

Warga Palestina menghuni kamp tenda sementara yang didirikan untuk mereka yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat perintah evakuasi dan serangan udara Israel, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan.
Warga Palestina menghuni kamp tenda sementara yang didirikan untuk mereka yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat perintah evakuasi dan serangan udara Israel, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan. ((Kredit foto: Bloomberg/TC))

Hamas bersedia membebaskan 229 sandera warga Israel yang mereka sandera dengan syarat Israel harus membebaskan 5.200 warga Palestina di penjara Israel.

Jika Israel tidak menerima klausul ini, tawaran alternatifnya adalah Hamas bersedia merundingkan pembebasan perempuan, anak-anak dan orang asing dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina di Israel yang tuntutan jumlahnya belum ditentukan.

Menurut Addameer, sebuah organisasi yang mendukung tahanan politik Palestina, saat ini terdapat 33 perempuan dan 170 anak-anak yang dipenjara di Israel.

Baca juga: Tank Tempur Israel Hancur Dihajar Rudal Hamas, Belasan Tentara dari Brigade Givati Meregang Nyawa!

Israel belum memberikan jawaban yang jelas, menurut beberapa sumber. Namun hingga saat ini, baik peluncuran operasi darat maupun penolakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menyatakan gencatan senjata tidak menghentikan upaya mediasi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Tags:
IsraelGazaPalestina
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved