Breaking News:

Materi Pendidikan

Kenapa Unsur Senyawa Transisi Berubah Bentuk Warna? Ini Dia Pembahasannya

Kenapa unsur senyawa transisi dapat mengubah bentuk warna? berikut informasi selengkapnya.

Tayang:
Tetty's Chemistry Class YouTube
Kenapa unsur senyawa transisi dapat mengubah bentuk warna? berikut informasi selengkapnya. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kenapa unsur senyawa transisi dapat mengubah bentuk warna? berikut informasi selengkapnya.

Senyawa unsur transisi umumnya berwarna. Hal ini disebabkan karena …

A. Orbital d-nya terisi penuh

B. Orbital d-nya tidak terisi
C. Pengisian terakhir pada orbital d
D. Bersifat paramagnetik
E. Elektron dalam keadaan berpasangan
Jawabannya adalag C. pengisian terakhir pada orbital d. Untuk lebih memahaminya, berikut penjelasan mengapa senyawa unsur transisi berwarna!

Tidak seperti senyawa dari logam non transisi yang tidak berwarna, senyawa unsur transisi memiliki berbagai macam warna.

Dilansir dari Angelo State University, unsur transisi memiliki orbital d yang tidak terisi penuh dengan elektron.

Pengisian terakhir pada orbital d inilah yang menyebabkan senyawa unsur transisi berwarna.

Ilustrasi transisi warna warni
Ion-ion unsur transisi yang berwarna-warni(chem.libretexts.org)

Dilansir dari Chemistry LibreTexts, ketika ligam menempel pada logam transisi untuk membentuk senyawa kompleks, maka elektron pada orbital d terpecah menjadi orbital berenergi tinggi dan orbital berenergi rendah.

Elektron yang berada pada orbital berenergi rendah dapat berpindah ke orbital d berenergi tinggi dengan dorongan foton.

Di mana energi foton dari cahaya diserap untuk mendorong elektron dari orbital rendah ke orbital tinggi.

Adapun, kesenjangan energi pada orbital d senyawa unsur transisi berkaitan dengan foton panjang gelombang tertentu.

Misalnya, elektron memerlukan panjang gelombang yang menyebabkan warna kuning untuk berpindah.

Dilansir dari Chemguide, cahaya kuning akan diserap dan karena energinya digunakan untuk mendorong elektron, maka akan meninggalkan warna lain.

Yaitu, warna biru karena warna biru adalah warna komplementer dari kuning. Maka, senyawa transisi tersebut akan memiliki warna biru. ( Silmi Nurul Utami / Kompas.com )

Sumber: Kompas.com
Tags:
unsur transisisenyawa kompleksorbital berenergi rendah
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved