Breaking News:

Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar

Kondisi Annar Salahuddin Tersangka Utama Uang Palsu UIN Makassar, Jatuh Sakit Dirawat di Ruang ICU

 Inilah kondisi terbaru Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) yang dikabarkan jatuh sakit hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Tayang:
Kolase TribunNewsmaker.com/ Instagram/ Istimewa
Kondisi Annar Salahuddin tersangka utama uang palsu UIN Makassar. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah kondisi terbaru Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) yang dikabarkan jatuh sakit hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) merupakan tersangka utama produksi uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan.

Ia sempat mangkir dari panggilan polisi hingga akhirnya menyerahkan diri.

Annar diduga berperan sebagai pencetus ide produksi uang palsu UIN Makassar.

Ia akhirnya ditetapkan tersangka oleh Polres Gowa, Sulawesi Selatan, dalam kasus yang meresahkan masyarakat Indonesia beberapa pekan terakhir itu.

Hingga Selasa (31/12/2024), Annar masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar

Annar dijaga ketat jelang pergantian tahun baru 2024 ke 2025.

Pengusaha tersebut dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluh lemas usai ditetapkan sebagai tersangka kasus uang palsu di Kampus UIN Alauddin, Makassar, Sabtu (28/12/2024) malam.

Baca juga: Biayai Cetak Uang Palsu, Annar Sampetoding Ternyata Pengusaha Hasil Hutan, Dikenal Sosok Terkemuka

Annar sebelumnya menjalani pemeriksaan secara maraton di ruang Reskrim Polres Gowa.

Setelah mangkir hingga dipanggil oleh penyidik melalui surat panggilan sebanyak dua kali, akhirnya Annar datang bersama pengacaranya, Kamis (26/12) malam. 

Setelah itu, ia tidak pernah lagi keluar dari Mapolres Gowa, hingga penyidik resmi menetapkan Annar Salahuddin sebagai tersangka kasus produksi uang palsu di UIN Alauddin Makassar

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Annar terlihat lemas dan mengeluh sakit di bagian dada.

Annar Salahuddin Sakit Apa?

Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) pengusaha asal Makassar dan Toraja yang cukup terkenal di Sulawesi Selatan. Annar menyerahkan diri ke polisi, Kamis (27/12/2024) malam, terkait kasus uang palsu di UIN Alauddin.
Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) pengusaha asal Makassar dan Toraja yang cukup terkenal di Sulawesi Selatan. Annar menyerahkan diri ke polisi, Kamis (27/12/2024) malam, terkait kasus uang palsu di UIN Alauddin. (Kolase TribunNewsmaker.com/ TribunTimur)

Pengacara menjelaskan bahwa Annar memang memiliki riwayat sakit jantung dan prostat.

Karena alasan sakit, penyidik kemudian membawanya ke RS Bhayangkara.

Awalnya, Annar Salahuddin dirawat di ICU RS Bhayangkara. 

Namun, karena kondisinya tak kunjung membaik, ia selanjutnya dibawa ke ruang rawat inap. 

Meski demikian, Annar tetap mendapatkan pengawalan ketat dari petugas kepolisian. 

Kamarnya di ruang perawatan Love Bird, mendapat pengawasan selama 24 jam. 

Baca juga: Sosok Annar Sampetoding, Tersangka Uang Palsu UIN Makassar, Pengusaha Tambang Kelola 15 Butik Emas

"Dia dikawal penuh oleh anggota, sudah pasti juga keluarganya yang datang untuk membantu merawat yang bersangkutan," kata Kapolres Gowa, AKBP Reonald TS Simanjuntak kepada wartawan, Minggu (29/12).

Reonald memastikan Annar Salahuddin mendapat perawatan intensif.

Sebanyak 4 personel disiagakan di rumah sakit untuk melakukan penjagaan.

"Anggota 24 jam kalau dibantarkan statusnya tetap dalam pengawasan kita," ujar Reonald.

"Satu malam empat anggota kita siagakan di sini dan dua keluarga yang merawat bersangkutan.

Kalau personel mengamankan, kalau masalah dan merawatnya itu dari keluarganya," ungkapnya.

Reonald tidak khawatir proses penyidikan akan terganggu.

Dia berdalih penyidik sudah merampungkan pemeriksaan dan mengumpulkan alat bukti sehingga Annar Salahuddin ditetapkan sebagai tersangka.

Sosok Annar Salahuddin

Annar Salahuddin Sampetoding.
Annar Salahuddin Sampetoding. (Istimewa)

Nama Annar mencuat dalam kasus peredaran uang palsu yang diproduksi dari dalam lingkungan Kampus UIN Alauddin Makassar.

Pengusaha sekaligus politisi itu disebut-sebut memiliki peran sangat penting di sindikat produsen uang palsu di kampus UIN Alauddin Makassar.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Yudhiawan Wibisono saat konferensi pers di Mapolres Gowa, Kamis (19/12/2024) siang.

Menurut Yudhiawan, sebelum mesin pencetak uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar ditemukan, polisi lebih dahulu mendatangi rumah di Jl Sunu 3, Kota Makassar.

Diketahui bahwa rumah tersebut adalah milik Annar.

"Kalau kita lihat dari TKP buat cetak uang palsu, jadi di rumah saudara ASS Jl Sunu, Kota Makassar.

Kemudian juga ada di Jl Yasin Limpo (UINAM), Gowa," kata Irjen Pol Yudhiawan.

Lebih lanjut dijelaskan Yudhi, mulanya produksi uang palsu tersebut berlangsung di rumah Annar di Jl Sunu 3, Kota Makassar.

Namun, karena jumlah uang yang akan dicetak membutuhkan mesin dengan kapasitas lebih besar, akhirnya dipindahkan ke UIN Alauddin Makassar.

"Awalnya ditemukan di Jl Sunu Makassar, karena sudah mulai membutuhkan jumlah yang lebih besar, maka mereka membutuhkan alat yang lebih besar. Jadi, tadinya menggunakan alat kecil," sebutnya.

Alat yang ditemukan dalam Perpustakaan UINAM itu, kata Yudhi, dibeli seharga Rp 600 juta.

Mesin cetak uang palsu yang diperkirakan berbobot dua ton itu, didatangkan langsung dari China lewat Surabaya.

"Alat besar itu senilai Rp600 juta dibeli di Surabaya namun dipesan dari China, alat itu dimasukkan oleh salah satu tersangka inisial AI ke dalam salah satu kampus di Gowa," sebutnya.

Saat ini, Polres Gowa telah menahan 19 orang tersangka kasus sindikat uang palsu di kampus UIN Alauddin, termasuk Annar.

Menurut Yudhiawan, tidak ada perbedaan perlakuan dalam penahanan Annar. Semuanya dilakukan sesuai dengan aturan hukum dan pengawasan medis.

Polda Sulsel memastikan proses hukum terhadap tersangka tetap berjalan sesuai prosedur berlaku tanpa diskriminasi. 

Dalam kasus ini, tersangka ASS dijerat dengan pasal yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

"Dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000," tandasnya.

Lebih lanjut Yudhi memaparkan, dalam kasus ini, ada tiga sosok yang mempunyai peran sentral. Salah satunya, ASS.

"Jadi mereka di belakang 17 orang ini, perannya berbeda, tapi peran sentralnya ada pada saudara AI, kemudian juga saudara S, ada juga saudara ASS, ada juga yang DPO," tegas Yudhi.

Ia pun berjanji akan segera menangkap tiga DPO yang belum terciduk tersebut.

"DPO ini akan kita tangkap juga dan akan tuntas nanti kita periksa," ujarnya.

"Tersangka utama (ASS) sudah kita tahan meskipun dalam kondisi sakit.

Namun, penahanan ini tetap dilakukan sesuai prosedur tanpa perlakuan khusus," ucap Kapolda Sulsel, Senin (30/12/2024)

Peran Annar Salahuddin

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Komes Dedi Supriyadi mengatakan, Annar merupakan orang yang memberi ide, memberikan modal, membeli mesin, serta memberi perintah pembuatan uang palsu.

Namun Dedi mengaku belum bisa membeberkan lebih jauh terkait peran Annar.

Pasalnya, beberapa hal masuk dalam materi dan rahasia penyidikan.

"Kalau saya jelaskan lebih lanjut masuk materi penyidikan dan itu rahasia kami untuk di persidangan," katanya.

Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta masyarakat tidak panik dengan beredarnya uang palsu dari kasus sindikat UIN Alauddin Makassar.

(TribunNewsmaker.com/ Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Annar Salahuddin SampetodingUIN AlauddinMakassaruang palsusakittersangka
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved