Breaking News:

Program 100 Hari Kerja

Program 100 Hari Kerja Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Dapat Pesan dari Emil Dardak soal Investasi

Inilah program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan, Madura, Lukman Hakim dan Fauzan Jafar.

Tayang:
Editor: Delta LP
Newsmaker Kolase/Wikipedia
100 HARI KERJA - Inilah program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan, Madura, Lukman Hakim dan Fauzan Jafar. 

“Program infrastruktur jalan kabupaten tanpa lubang tetap harus kami amankan karena menjadi target utama di tahun pertama pak bupati, meskipun tidak semaksimal dalam kondisi normal namun tetap kami jaga. Kalau infrastruktur yang dibiayai DAK (Dana Alokasi Khusus) dari pusat, seperti earmark infrastruktur jalan memang dinolkan oleh Pemerintah Pusat,” jelas Hafid kepada Tribun Madura.  

100 HARI KERJA - Dua remaja menjadi perhatian warga setelah motor Honda Supra terjatuh karena terjerembab lubang jalan saat melintasi Jalan Raya Pasar Jaddih, Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Minggu (9/3/2025). Kebijakan efisiensi anggaran oleh Presiden RI Prabowo Subianto membayangi program prioritas Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, yakni jalan kabupaten tanpa lubang.
100 HARI KERJA - Dua remaja menjadi perhatian warga setelah motor Honda Supra terjatuh karena terjerembab lubang jalan saat melintasi Jalan Raya Pasar Jaddih, Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Minggu (9/3/2025). Kebijakan efisiensi anggaran oleh Presiden RI Prabowo Subianto membayangi program prioritas Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, yakni jalan kabupaten tanpa lubang. (TribunMadura/Ahmad Faisol)

Selain program peningkatan jalan kabupaten tanpa lubang yang harus dijaga, lanjutnya, ada pula penanganan sampah, penyediaan air bersih, mitigasi maupun penanganan bencana, penataan pedagang kaki lima, penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), digitalisasi pajak daerah, serta perbaikan tata kelola  aset.

‘Bukan tidak tersentuh efisiensi, tetapi lebih dirasionalkan. Kecuali kegiatan-kegiatan yang menyangkut pelayanan publik. Contoh penanganan sampah, BBM truk sampah, honor petugas sampah, BBM ambulan, pelayanan kesehatan, serta pemeliharaan penerangan jalan umum,” papar Hafid.  

Ia menuturkan, terjadi kontraksi atau penurunan realisasi belanja pada APBD Bangkalan 2025 dari Rp 2,6 triliun menjadi Rp 2,4 triliun atau menyusut sebesar Rp 200 miliar. 

Dengan rincian penyesuaian efisiensi sebesar Rp 92 miliar, sementara sisanya Rp 108 miliar merupakan DAK berkaitan infrastruktur jalan kabupaten termasuk Dana Alokasi Umum (DAU) berupa airmark infrastruktur jalan kabupaten yang dinolkan Pemerintah Pusat.  

“Jadi Rp 92 miliar itu yang akan menutup infrastruktur sebagian yang dikurangi oleh Pemerintah Pusat. Sehingga infrastruktur yang menjadi program pak bupati masih bisa berjalan meski tidak semaksimal perencanaan awal,” tutunya. 

Karena itu, lanjutnya, ada 38 item kegiatan yang harus disentuh pemangkasan dalam rangka memenuhi total efisiensi. 

Mulai dari kegiatan operasional di perangkat daerah seperti perjalanan dinas, kegiatan rapat harus dipangkas 50 persen.

Ada pula pemangkasan belanja hingga menyentuh angka 77 persen seperti BBM, ATK, makan dan minuman, kegiatan konsultasi yang melibatkan pihak ketiga, termasuk kegiatan yang menyangkut sarana dan prasarana pendukung operasional kantor. Seperti pembelian komputer hingga biaya pemeliharaan gedung dan kantor

“Kalau seremonial berkaitan dengan program pusat seperti pembukaan TMMD dan panen raya masih tetap, tetapi spesifikasi belanjanya kami turunkan. Semisal ada sajian makanan, kami sederhanakan, kue semisal awalnya isi tiga sekarang isi dua, air mineral botol besar sekarang botol kecil,” pungkasnya. 

Pesan dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak soal Investasi

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mengaku heran dengan rendahnya investasi di Bangkalan meski bertetangga dengan kota metropolitan sekelas Surabaya.

Hal itu disampaikan Emil saat menghadiri Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan Periode 2025-2030 di Gedung Cipta Indra Cakti Dharma DPRD Bangkalan, Jalan Halim Perdana Kusuma, Selasa (4/3/2025) siang.

Bangkalan memang menjadi bagian dari kawasan aglomerasi Gerbangkertosusilo bersama Surabaya, Gresik, Mojokerto, Sidoarjo, dan Lamongan.

Namun jika dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lainnya dalam satu aglomerasi itu, Bangkalan masih menjadi kabupaten yang perlu mendapatkan perhatian dari Pemprov Jawa Timur.

Halaman 2/3
Tags:
Lukman HakimFauzan JafarBangkalanMadura
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved