Breaking News:

Sosok

Sosok & Profil Try Sutrisno, Dukung Pencopotan Gibran dari Jabatan Wapres, Mantan Ajudan Soeharto

Berikut sosok dan profil Try Sutrisno, mantan panglima ABRI dukung pencopotan Gibran dari jabatan Wapres, mantan ajudan Soeharto.

Editor: ninda iswara
Kompas/ Achmad Faizal
DUKUNG PENCOPOTAN GIBRAN - Jenderal TNI (Pur) Try Sutrisno seusai acara upacara warga kehormatan Korp Brigade Mobil (Brimob), yang berlangsung di Monumen Perjuangan Polri, Jl. Raya Darmo, Surabaya, Senin (20/8/2018) silam. Try Sutrisno mendukung pencopotan Gibran sebagai Wakil Presiden. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gelombang dukungan terhadap pencopotan Gibran Rakabuming Raka dari jabatan Wakil Presiden RI datang dari kalangan purnawirawan TNI.

Salah satu tokoh yang menyuarakan hal ini adalah mantan Panglima ABRI sekaligus mantan Wakil Presiden, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.

Tak hanya Try Sutrisno, para pensiunan dari tiga matra TNI, Angkatan Darat, Laut, dan Udara, turut menyuarakan hal serupa. Gerakan ini diwujudkan dalam bentuk petisi yang ditandatangani oleh ratusan purnawirawan: 103 jenderal, 73 laksamana, 65 marsekal, dan 91 kolonel.

Pernyataan sikap ini dibacakan dalam sebuah forum bertajuk Forum Purnawirawan Prajurit TNI, yang berlangsung di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis, 17 April 2025.

Selain Try Sutrisno, sejumlah tokoh militer dan sipil lainnya juga ikut menandatangani surat tersebut, antara lain mantan Menteri Agama Fachrul Razi, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto (KSAD 1999–2000), Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto (KSAL 2005–2007), serta Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan (KSAU 1998–2002).

Baca juga: Sosok & Profil Kompol Vernal Sambo, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Tangkap Fachri Albar

Profil Singkat Try Sutrisno

Try Sutrisno dikenal sebagai salah satu tokoh militer senior Indonesia.

Ia lahir di Surabaya pada 15 November 1935, merupakan anak ketiga dari pasangan Soebandi dan Mardiyah.

Langkahnya di dunia kemiliteran dimulai pada usia 21 tahun, saat ia diterima sebagai taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada tahun 1956.

Baru satu tahun menempuh pendidikan, Try sudah harus turun ke medan perang untuk menghadapi pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia).

Karier militernya terus menanjak. Pada tahun 1962, ia terlibat dalam Operasi Pembebasan Irian Barat, sebuah misi penting yang mempertemukannya dengan Mayor Jenderal Soeharto, Panglima Komando Mandala saat itu.

Dari sinilah benih kedekatannya dengan Soeharto tumbuh.

Empat tahun setelah Soeharto menjabat Presiden RI pada 1968, Try Sutrisno dipercaya menjadi ajudannya di tahun 1974, sebuah penunjukan yang menjadi titik balik dalam kariernya.

Ia kemudian menjabat berbagai posisi strategis, seperti Kepala Staf Komando Daerah di Kodam XVI/Udayana pada 1978, Panglima Kodam IV/Sriwijaya (1979), dan Pangdam V/Jaya (1983).

Pangkatnya terus naik. Pada Agustus 1985, Try Sutrisno menjadi Letnan Jenderal dan menjabat sebagai Wakasad mendampingi KSAD Jenderal Rudhini.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
Tags:
GibranTry SutrisnoTNI
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved