Breaking News:

Program Kerja Kepala Daerah

Program Kerja Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Minta Masyarakat Peduli Darurat Sampah

Inilah program kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Banten, Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan.

Tayang:
Editor: Delta LP
Newsmaker Kolase/Wikipedia
PROGRAM WALI KOTA TANGSEL - Inilah program kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Banten, Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan. 

Kami hidupkan kembali Bank Sampah dan TPST 3R. Ada sekitar 300-an unit yang beroperasi. Tapi daya serapnya kecil, hanya 20–30 ton per hari.

Contohnya, saya coba dorong warga bikin kolam lele skala rumah tangga. Jadi sisa makanan bisa dialihkan ke pakan lele. 

Dalam 3 bulan, lele bisa dipanen. Selain itu, ada budidaya maggot (larva BSF), yang bisa mempercepat penguraian sampah organik. Kami juga bantu masyarakat yang punya inisiatif kreatif mengolah sampah plastik jadi papan bangunan.

Apakah ada kerja sama juga dengan institusi lain?

Dari Bali dan Sleman, ada alat pencacah sampah plastik yang bisa ubah jadi bahan bakar.

Persatuan Insinyur Indonesia menawarkan insinerator mini (5-10 ton per hari). Saya masih tunggu prototipenya. BRIN bantu kami dengan penyemprotan anti-bau dan riset pengelolaan lindi.

Sanitary landfill kami jajaki kerja sama dengan Kabupaten Pandeglang. Karena ke Kabupaten Tangerang tidak memungkinkan, bahkan beberapa lokasi seperti Nambo dan Cibinong di Jawa Barat tidak bisa diakses karena masalah regulasi dan kapasitas.

100 HARI KERJA - Inilah program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Jawa Barat, Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan.
100 HARI KERJA - Inilah program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Jawa Barat, Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan. (Newsmaker Kolase/Wikipedia)

Apa tantangan paling berat dari semua ini?

Pertama, lahan terbatas. Tangsel kota padat, dan tanah makin mahal. Tidak mudah cari lokasi baru untuk TPA atau TPST.

Kedua, partisipasi warga belum maksimal. Meski program rumah tangga berjalan, belum masif. Masih banyak yang buang sampah campur tanpa pilah.

Artinya pendekatan dari hulu sampai hilir, kami fokuskan PSEL sebagai solusi hilir, tapi hulu-nya juga harus kuat. Kalau sampah organik bisa dikurangi dari rumah, maka beban di hilir akan jauh berkurang.

Apa imbauan Pak Wali ke warga Tangsel?

Saya harap masyarakat bisa lebih peduli. Mulai dari hal kecil, pisahkan sampah di rumah, manfaatkan sisa makanan, gabung bank sampah, eksperimen dengan kolam lele atau maggot.

Sampah bukan cuma urusan pemerintah, tapi urusan kita semua. Kalau kita kerja sama, saya yakin krisis ini bisa ditangani. (TribunNewsmaker/TribunTangerang)

Halaman 2/2
Tags:
Tangerang SelatanBenyamin DavniePilar Saga IchsanBanten
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved