Breaking News:

PPG 2025

Refleksi Keberagaman, Asas Trikon Ki Hadjar Dewantara Jadi Kunci Pendidikan Karakter di PPG 2025

Guru peserta PPG 2025 belajar cara menyikapi keberagaman lewat filosofi Ki Hadjar Dewantara. Yuk, simak jawabannya lewat artikel ini!

TribunNewsMaker.com/Imaged by AI
Guru peserta PPG 2025 belajar cara menyikapi keberagaman lewat filosofi Ki Hadjar Dewantara. Yuk, simak jawabannya lewat artikel ini! 

Guru peserta PPG 2025 belajar cara menyikapi keberagaman lewat filosofi Ki Hadjar Dewantara. Yuk, simak jawabannya lewat artikel ini!

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Menurut Ki Hadjar Dewantara, pendidikan budi pekerti dan penanaman nilai-nilai sejatinya merupakan proses pembiasaan dan pembudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai luhur tidak hanya diajarkan, tapi juga dilatih dan diteladankan.

Dalam menerapkan pendidikan karakter, beliau merumuskan Asas Trikon—yaitu Kontinuitas, Konvergen, dan Konsentris—sebagai tiga pilar penting yang harus diperhatikan.

Asas Trikon ini juga relevan dalam menyikapi keberagaman budaya dan pengaruh asing yang semakin kuat di era global saat ini. Dengan pendekatan ini, pendidikan dapat menguatkan jati diri sekaligus menghargai perbedaan.

Materi tentang Menyikapi Keberagaman akan dipelajari oleh bapak/ibu guru dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahap 2 Tahun 2025.

Materi ini masuk dalam Modul Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai (FPPN), tepatnya di Topik 1: Filsafat Pancasila dan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara sebagai Landasan Pendidikan Nasional.

Saat ini, peserta PPG 2025 sedang mengikuti pembelajaran mandiri melalui platform Ruang GTK, sebagai bagian dari proses sertifikasi pendidik.

Setelah menyelesaikan materi Menyikapi Keberagaman, para guru akan mengerjakan latihan pemahaman dan menulis cerita reflektif untuk memperdalam pemahaman.

Jika mengalami kendala, kunci jawaban latihan pemahaman dan refleksi Modul FPPN topik Filsafat Pancasila dan Pemikiran KHD materi Menyikapi Keberagaman dapat dijadikan bahan referensi untuk membantu proses belajar.

Latihan Pemahaman

  • Kontinyu, kondusif, dan konsentris
  • Kontinyu, konvergen, dan konsentris
  • Konvergen, kondusif, dan konsentris
  • Kondusif, kontekstual, dan kontinyu
  • Kontinyu, konvergen, dan kontekstual

Kunci Jawaban: Kontinyu, konvergen, dan konsentris

2. Apa yang dimaksud dengan azas konsentris dalam menyikapi keberagaman dan masuknya pengaruh budaya luar?

  • Pengembangan pendidikan yang harus dilaksanakan secara terus- menerus dan berkesinambungan dengan memperhatikan keragaman karakter dan kebutuhan siswa
  • Merancang pembelajaran yang berpusat dan berfokus pada siswa, dengan memperhatikan kondisi lingkungan budaya sekitar
  • Mengambil informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan dari berbagai sumber yang beragam, dan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang kita miliki sendiri
  • Pengembangan program belajar secara konsentris dengan memperhatikan keragaman karakter dan kebutuhan siswa
  • Menempatkan keberagaman dan pengaruh dari luar secara konsentris dengan karakter budaya sendiri sebagai pusatnya, sehingga siswa bertumbuh dan berkembang setinggi-tingginya tanpa kehilangan jati dirinya

Kunci Jawaban: Menempatkan keberagaman dan pengaruh dari luar secara konsentris dengan karakter budaya sendiri sebagai pusatnya, sehingga siswa bertumbuh dan berkembang setinggi-tingginya tanpa kehilangan jati dirinya.

Cerita Reflektif

Asas Trikon yang dikemukakan Ki Hadjar Dewantara terdiri dari Kontinyu, Konvergen, dan Konsentris, dapat membantu guru dalam menerapkan pembelajaran bermakna yang bagi peserta didik. Asas ini membantu guru untuk menerapkan pembelajaran yang terbuka sesuai dengan konteks alam dan zaman, namun tetap mengedepankan identitas diri masing-masing peserta didik. Berikan contoh penerapan masing-masing asas dalam proses pembelajaran.

Kunci Jawaban: 

Sebagai guru Bahasa Indonesia di SMA, saya menerapkan asas Trikon Ki Hadjar Dewantara untuk menciptakan pembelajaran bermakna yang sesuai dengan kodrat alam dan zaman peserta didik, sambil menjaga identitas mereka. Berikut contoh penerapannya:

  • Kontinyu: Pembelajaran dirancang berkelanjutan untuk mendukung perkembangan siswa. Misalnya, saya mengajarkan keterampilan menulis naratif dengan tahapan progresif, mulai dari memahami struktur cerita rakyat, menulis draf, hingga menghasilkan cerita pendek, memastikan kesinambungan dalam pengembangan keterampilan.
  • Konvergen: Saya mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan global dalam pembelajaran. Contohnya, saat mengkaji puisi, siswa menganalisis puisi Chairil Anwar yang mencerminkan semangat nasionalisme, lalu membandingkannya dengan puisi modern dari platform digital, sehingga menghubungkan identitas budaya dengan konteks zaman.
  • Konsentris: Pembelajaran berpusat pada kebutuhan individu siswa. Misalnya, dalam diskusi sastra, saya memberikan pilihan tema (cinta, lingkungan, atau sosial) sesuai minat siswa, memungkinkan mereka mengeksplorasi identitas pribadi melalui tugas menulis esai reflektif yang relevan dengan pengalaman hidup mereka.

Pendekatan ini memastikan pembelajaran terbuka, kontekstual, dan memperkuat identitas siswa.

Kunci Jawaban Alternatif:

  • Penerapan asas kontinyu: Peserta didik dituntut belajar terus-menerus untuk memperluas pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.
  • Penerapan asas konvergen: Peserta didik diberikan kebebasan untuk dapat belajar dari berbagai sumber
  • Penerapan asas konsentris: Peserta didik dalam melakukan pembelajaran dapat dilakukan melalui diskusi kelompok, presentasi yang mendorong untuk mengembangkan kemampuan sosial dan emosional mereka.

Kunci Jawaban Alternatif:

Halaman
12
Tags:
PPG 2025belajar cara menyikapi keberagamanKi Hadjar DewantaraAsas TrikonPendidikan Profesi GuruTopik 1Filsafat Pancasila dan PemikiranFilosofi Pendidikan dan Pendidikan NilaiRuang GTKFPPNkunci jawabanTahap 2Landasan Pendidikan NasionalLatihan Pemahamankodrat alamkodrat
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved