Sosok
Sosok & Profil Gerry Aditya Herwanto Putra, Terima Rp3 M Kasus Pemerasan K3 Bareng Immanuel Ebenezer
Inilah sosok dan profil Gerry Aditya Herwanto Putra, terima aliran dana Rp3 Miliar kasus pemerasan K3 bareng Immanuel Ebenezer.
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
“Selain digunakan untuk belanja, hiburan, DP rumah, IBM menyetor tunai kepada GAH, HS, dan pihak lainnya,” ujar Setyo Budiyanto dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Uang sebesar itu tidak hanya dipakai untuk memenuhi kebutuhan pribadi IBM, tetapi juga dialirkan kepada sejumlah pejabat lain di lingkungan Kemnaker.
Gerry tercatat menerima uang sebanyak Rp 3 miliar dalam kurun waktu 2020 hingga 2025, jumlah yang sangat besar bagi seorang ASN.
Rinciannya, setoran tunai yang diterimanya mencapai Rp 2,73 miliar, ditambah transfer langsung dari IBM sebesar Rp 317 juta.
Tidak berhenti di situ, Gerry juga mendapat tambahan dana dari dua perusahaan di bidang PJK3 dengan total sebesar Rp 31,6 juta.
Dana yang diterima itu kemudian dipergunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya membeli satu unit mobil senilai sekitar Rp 500 juta.
Baca juga: TAMPANG Irvian Bobby Mahendro, Dijuluki Sultan di Kemnaker, Gegara Nyanyiannya Ebenezer Diciduk KPK
Selain itu, Gerry juga melakukan transfer kepada pihak lain dengan total mencapai Rp 2,53 miliar, yang menunjukkan adanya pembagian uang ke jaringan lebih luas.
Meski Gerry menjadi salah satu penerima terbesar, KPK menegaskan bahwa masih ada sejumlah pejabat lain yang turut menikmati hasil dari pemerasan ini, meskipun nominal yang diterima jauh lebih kecil.
Skandal ini menjadi bukti nyata bahwa praktik kotor di tubuh lembaga pemerintahan masih belum bisa benar-benar diberantas.
Kasus tersebut juga mengingatkan publik akan pentingnya integritas, khususnya bagi pejabat publik yang memegang tanggung jawab besar.
Kini, masyarakat menunggu langkah tegas dari KPK untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat, baik yang menerima sedikit maupun banyak, dapat diproses secara adil dan transparan.
Mereka adalah:
1. Anitasari Kusumawati (Subkoordinator Kemitraan): Rp5,5 miliar
2. Subhan (Subkoordinator Keselamatan Kerja): Rp3,5 miliar
3. mmanuel Ebenezer (Wamenaker): Rp3 miliar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/sosok-Gerry-Aditya-Herwanto-Putra-ASN-Kemnaker-jadi-tersangka-p.jpg)